Barometer Bali | Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa capaian indikator makro pembangunan Bali tahun 2025 menunjukkan kinerja yang sangat menggembirakan dan melampaui target yang telah direncanakan. Data tersebut merujuk pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang diumumkan pada 5 Februari 2026.
“Capaian ini membuktikan bahwa arah kebijakan pembangunan Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Pola Pembangunan Semesta Berencana berjalan tepat dan konsisten. Hasilnya nyata dirasakan masyarakat,” tegas Koster dalam pernyataannya di Denpasar, Minggu (8/2/2026).
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2025 secara kumulatif mencapai 5,82 persen, meningkat dibanding tahun 2024 sebesar 5,48 persen. Angka ini menjadi pertumbuhan tertinggi Bali dalam tujuh tahun terakhir sekaligus menempatkan Bali pada peringkat kelima tertinggi secara nasional.
Selain pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita masyarakat Bali juga mengalami peningkatan signifikan menjadi Rp72,66 juta, naik Rp5,34 juta dari tahun sebelumnya. Koster menilai peningkatan ini sebagai indikator menguatnya daya beli dan kesejahteraan masyarakat.
Pada aspek pemerataan, Indeks Gini Rasio Bali tahun 2025 tercatat 0,333, menurun dari 0,348 pada 2024. “Artinya, distribusi pendapatan masyarakat Bali semakin merata dan berkeadilan,” ujar Koster.
Prestasi Bali juga terlihat pada penurunan tingkat kemiskinan yang kini berada di angka 3,42 persen, turun 0,38 persen dan menjadi yang terendah secara nasional. Sementara itu, tingkat pengangguran berhasil ditekan hingga 1,45 persen, juga terendah di Indonesia.
Di bidang kualitas sumber daya manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali tahun 2025 mencapai 79,37, meningkat dari 78,63 dan menempatkan Bali di peringkat kelima nasional. Usia Harapan Hidup (UHH) masyarakat Bali pun naik menjadi 75,46 tahun.
Menurut Koster, seluruh capaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi pembangunan pada enam bidang prioritas, meliputi adat dan budaya; kesehatan dan pendidikan; transformasi ekonomi berbasis Ekonomi Kerthi Bali; infrastruktur dan transportasi; lingkungan dan energi; serta Bali sebagai pulau digital dan keamanan.
“Pencapaian ini adalah hasil kerja keras secara kolektif—sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, kabupaten/kota, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat Bali. Inilah spirit Bali Era Baru,” pungkasnya. (Red)











