Barometer Bali | Klungkung – Bupati Klungkung, I Made Satria, secara resmi menutup rangkaian Festival Semarapura ke-8 Tahun 2026 yang digelar di panggung utama depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe, Jumat (1/5/2026). Penutupan festival berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran Forkopimda, perangkat daerah terkait, seniman, pelaku UMKM, serta masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan festival. Ia menegaskan bahwa Festival Semarapura tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai sarana strategis dalam pelestarian budaya, promosi pariwisata, serta penguatan ekonomi kreatif masyarakat.
“Melalui festival ini, kita tidak hanya merayakan seni dan budaya, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah, bahkan mancanegara, telah memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan serta memperkuat identitas daerah melalui dukungan terhadap produk dan budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Satria juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui inovasi program “Bapak Keren” (Bantuan Pembiayaan Iuran Jaminan Sosial Pekerja Rentan). Program ini tercatat telah memberikan perlindungan kepada sebanyak 8.685 pekerja rentan dalam periode Desember 2025 hingga Maret 2026, sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu Plt. Kadis Pariwisata I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya melaporkan, kegiatan yang digelar selama 4 hari ini diikuti sebanyak 130 peserta pameran yang terdiri dari UMKM, Kuliner, BUMN, Perbankan dan Instansi Pemerintah. Jumlah pengunjung tercatat 152 orang WNA dan sekitar 67 ribu warga lokal. Jumlah transaksi mencapai Rp 2 miliar lebih.
Selama pelaksanaan festival, berbagai kegiatan turut memeriahkan agenda tahunan ini, di antaranya pameran UMKM dan kuliner, job fair, pertunjukan gong kebyar anak dan wanita, Drama Gong, Genjek Manduang, pemilihan Jegeg Bagus Klungkung, pameran serta lomba ogoh-ogoh mini dan nyurat lontar, hingga kontes sepeda motor. Tingginya antusiasme pengunjung menegaskan Festival Semarapura sebagai salah satu agenda unggulan daerah.
Malam puncak penutupan semakin semarak dengan penampilan apik dari band lokal Bali, Lolot dan Triple X, yang berhasil menghibur ribuan penonton yang memadati area panggung utama. Serta mampu menambah semarak suasana malam di jantung Kota Semarapura. (rah)











