Barometer Bali | Bangli – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bangli melaksanakan kegiatan penting, yaitu Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana, bertempat di SMP Negeri 3 Bangli pada hari ini, Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini dilaksanakan Bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) SMPN 3 Bangli yang ke-50.
Kegiatan sosialisasi ini dipimpin langsung oleh Gde P Roy Suparman ST yang juga menjabat sebagai Sekretaris FPRB. Rombongan FPRB Kabupaten Bangli diterima langsung oleh Kepala Sekolah SMPN 3 Bangli, Anak Agung Ari Kurniawan, S.Pd.
Sosialisasi ini berfokus pada pentingnya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Materi diisi oleh perwakilan dari FPRB Kabupaten Bangli I Putu Joni Putra Pratama serta Ni Nyoman Yeni Antari yang bertugas juga di Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bangli yang secara khusus membawakan materi mengenai Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana dan Pertolongan Pertama.
Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, seluruh warga sekolah, mulai dari siswa hingga guru, memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar yang memadai untuk bertindak saat terjadi bencana.
Acara tersebut juga turut dihadiri oleh sejumlah anggota FPRB Kabupaten Bangli lainnya yang terlibat aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana di wilayah Bangli, antara lain I Wayan Parwata, S.Sos. (TAGANA), Alit Diarja (SAI RESCUE), I Ketut Sudiarta (SAI RESCUE), I Wayan Sudana (Sekretaris ORARI), I Komang Karwijaya (Relawan)
Selain FPRB berfokus di pelestarian lingkungan dan penghijauan, Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana ini menegaskan komitmen FPRB Kabupaten Bangli dan SMPN 3 Bangli dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh dan aman dari potensi risiko bencana.
Kepala sekolah SMPN 3 Bangli Anak Agung Ari Kurniawan, S.Pd. menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama dari FPRB. Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran bencana yang kuat di lingkungan sekolah, menjadikan SMPN 3 Bangli tidak hanya unggul dalam akademik tetapi juga tangguh dalam mitigasi bencana. (rah)











