FPST Unwar Diminta Lakukan Edukasi Berkelanjutan Guna Mengembangkan Pertanian di Desa Sangeh

IMG-20251217-WA0000_lOOFlApp4k
Foto: Sesi penutupan acara Gema Ilmiah Sosial (GIS) yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa. (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Sangeh – Dalam sesi penutupan acara Gema Ilmiah Sosial (GIS) yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa, Sekretaris Desa Sangeh, Ketut Suarjaya, menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan untuk pengembangan pertanian di desa. Pernyataan ini mencerminkan kebutuhan mendasar akan kolaborasi antara institusi pendidikan dengan komunitas lokal dalam menciptakan solusi yang praktis dan relevan.

Edukasi mengenai pendekatan adaptasi terhadap perubahan iklim dan manajemen sumber daya air menjadi sangat relevan. Ia menyadari bahwa proses edukasi tidak dapat selesai dalam waktu singkat, melainkan merupakan suatu perjalanan panjang yang memerlukan dukungan dan komitmen dari semua pihak.

Berita Terkait:  Menelusuri Jejak Ilmiah Pengolahan Limbah Pertanian Menjadi Solusi Medis

Suarjaya mengajak FPST untuk tetap memberikan petunjuk dan bimbingan di masa mendatang. “Kami mohon kerja sama yang lebih intensif untuk kemajuan tahun-tahun berikutnya,” tegasnya. Permohonan ini mencerminkan keinginan pemerintah desa untuk membangun sinergi yang lebih kokoh dengan dunia akademis, khususnya dalam pengembangan inovasi pertanian yang tepat guna bagi masyarakat setempat.

Berita Terkait:  Gelar Bakti Sosial, BEM FPST Gugah Tanggung Jawab Sosial

Lebih lanjut, Suarjaya mengutip semangat dari salah satu lagu legendaris, “Hari ini bukan hari terakhir bagi kita bertemu,” yang menggambarkan harapannya akan pertemuan dan kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa dengan masyarakat desa. Program edukasi dari FPST diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang teknik budidaya yang lebih baik, sehingga meningkatkan hasil pertanian dan menjamin keberlanjutan sumber daya alam.

Wakil Dekan III FPST, Ir. I Wayan Sudiarta, MP, menambahkan bahwa GIS merupakan bagian integral dari kegiatan mahasiswa dalam mengimplementasikan pengetahuan yang didapatkan di kampus. “Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung permasalahan yang ada di lapangan, sehingga mereka dapat menerapkan teori yang telah dipelajari dalam konteks yang nyata,” ujarnya.

Berita Terkait:  Menelusuri Jejak Ilmiah Pengolahan Limbah Pertanian Menjadi Solusi Medis

Pernyataan ini menegaskan pentingnya pengalaman lapangan bagi mahasiswa, yang tidak hanya memperkaya wawasan tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan nyata untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh masyarakat. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI