Foto: Front Demokrasi Perjuangan Rakyat (FRONTIER) Bali bersama Pers Mahasiswa Brahmastra UHN IGBS Denpasar, melaksanakan acara Tancepan Brahmastra ke-11, pada Rabu (20/11/2024). (barometerbali/rian)
Denpasar I barometerbali – Front Demokrasi Perjuangan Rakyat (FRONTIER) Bali bersama Pers Mahasiswa Brahmastra Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa (UHN IGB Sugriwa) Denpasar, melaksanakan acara Tancepan Brahmastra ke-11 dengan mengambil tajuk “Mengupas Tuntas Visi Misi Calon Gubernur Bali, dalam Memajukan Pendidikan dan Masalah Alih Fungsi Lahan Di Bali”. Acara ini dilaksanakan di Fakultas Brahma Widya (FBW) kampus Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa (IGBS) Denpasar, pada Rabu (20/11/2024).
Acara berlangsung dengan nonton bersama live streaming debat terakhir Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali dan diskusi mengenai ketajaman visi misi yang disampaikan dalam debat dari kedua paslon.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber yakni, Ni Nyoman Tri Wahyuni, S.Pd.H,.M.Pd, selaku Dosen UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dan I Made Juli Untung Pratama, S.H., M.Kn, selaku Ketua Dewan Daerah Walhi Bali.
I Kadek Angga Krisna Dwipayana selaku koordinator sekaligus Pimpinan Umum Persma Brahmastra, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan agar para peserta khususnya mahasiswa mengetahui bagaimana kualitas para calon terutama para generasi muda (Gen-Z) dan untuk menambah wawasan para mahasiswa untuk menilai bagaimana pandangan para paslon tersebut mengenai solusi kemajuan pendidikan dan masalah alih fungsi lahan di Bali.
“Acara ini juga bertujuan agar generasi muda bisa kritis dalam menentukan pilihannya tak sekadar hanya karena viral dan ikut-ikutan tren medsos,” ucapnya.
Sementara itu, Anak Agung Gede Surya Sentana selaku Sekjen FRONTIER Bali memberikan tanggapannya terkait hasil debat kali ini, menurutnya visi misi yang dikeluarkan oleh kedua paslon merupakan visi misi yang tidak memiliki gagasan yang baru bahkan gagasan dalam visi misi kandidat mengenai pendidikan dan alih fungsi lahan pertanian tidak terlalu relevan dan sudah sangat sering digembar-gemborkan.
“Debat kali ini kurang greget, saya belum melihat jelas solusi yang ditawarkan,” ujarnya
Bahkan ia menilai para paslon tidak ada yang bisa memberikan solusi dan komitmen konkrit terkait masalah alih fungsi lahan, dan petani yang mengeluh harga gabah turun. Selain itu masalah pendidikan yakni, kesejahteraan guru dan pendidikan gratis belum ada yang konkrit hanya sebatas janji-janji saja yang sudah sering kita dengarkan setiap kampanye Pilkada sebelum-sebelumnya dan sampai saat ini belum juga ada apanya.
“Saya harap siapapun terpilih hal ini harus dieksekusi,” tegasnya.
Dia, berharap kepada siapapun yang terpilih nanti ingat dengan janji-janjinya semasih kampanye, jangan sampai rakyat dibohongi kemudian hari, masalah pendidikan dan alih fungsi lahan di Bali harus serius ditangani, masyarakat sudah bosan kalau hanya dijanjikan saja dengan program yang berjalan namun minim realita.
“Siapapun yang terpilih harus berani satya wacana,” tutup Sekjen Frontier Bali itu.
Reporter: Rian Ngari
Editor: Ngurah Dibia











