Barometer Bali | Denpasar – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, secara resmi membuka ajang Fashion Show Kreasi Endek Banteng dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2025. Acara berlangsung meriah di Amphitheater Living World Denpasar, Jumat (20/6/2025), dan turut dihadiri sang istri Ny. Ni Kadek Seniasih.
Kegiatan yang digelar oleh DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menjadi ruang kreasi bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dalam merancang busana berbahan kain endek Bali, dengan motif Banteng sebagai ciri khas.
“Ajang ini tidak hanya menggugah semangat berkarya generasi muda Bali, tetapi juga menjadi bentuk konkret pelestarian budaya lokal. Endek adalah warisan leluhur yang harus terus kita hidupkan,” tegas Giri Prasta dalam sambutannya.
Lomba ini menyasar peserta dari kalangan muda usia 17 hingga 25 tahun, baik pria maupun wanita, dengan tinggi badan minimal 165 cm. Para peserta menampilkan dua kategori busana: kasual (minimal 30 persen endek) dan formal (minimal 70 persen endek), dengan keharusan menampilkan logo banteng dalam desain busana.
Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 67,5 juta. Rinciannya, Juara I mendapatkan Rp 10 juta, Juara II sebesar Rp 8,5 juta, dan Juara III Rp 7,5 juta, ditambah piala dan sertifikat penghargaan untuk masing-masing pemenang.
Sebelumnya, kegiatan ini diawali dengan lomba desain motif endek bertema Banteng Tridatu (merah, putih, hitam) yang dilaksanakan pada 14–21 Juni 2025. Desain-desain terpilih kemudian diwujudkan dalam bentuk busana untuk ditampilkan di atas runway.
Ketua panitia acara menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kepada generasi muda, melalui ekspresi budaya yang relevan dengan era saat ini.
“Semangat nasionalisme tidak harus kaku. Lewat fashion, generasi muda bisa menunjukkan kebanggaannya terhadap warisan budaya, dan ini sangat sesuai dengan semangat Bung Karno yang mencintai seni dan kebudayaan,” bebernya.
Dengan mengusung semangat kreatif dan nasionalis, lomba fashion ini menjadi bagian penting dari perayaan Bulan Bung Karno yang dikemas dengan pendekatan kekinian tanpa meninggalkan akar tradisi Bali. (rah)











