Gangguan Layang-Layang Turun, PLN Apresiasi Kepedulian Masyarakat

IMG20220518124309
Senior Manager Komunikasi & Umum PLN UID Bali, Krisantus Hendro Setyawan (kanan) didampingi Humas PLN Bali I Made Arya saat jumpa pers di Denpasar, Rabu (18/5/2022) Foto: BB/501

Denpasar | barometerbali – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah memahami pentingnya keamanan jaringan listrik dengan bermain layang-layang atau layangan di tempat yang lebih aman.

Senior Manager Komunikasi & Umum PLN UID Bali, Krisantus Hendro Setyawan menyebutkan saat ini akumulasi gangguan berulang hingga akhir April 2022 di PLN UID Bali sebanyak 432 kali. Jika dibandingkan dengan gangguan berulang periode tahun sebelumnya sebesar 545 kali, berarti terdapat penurunan sebesar 20,73 persen.

“Penyebab utama gangguan berulang di tahun sebelumnya adalah akibat layang-layang dan tahun ini penyebab utama layang-layang menurun, ini berarti intensitas masyarakat bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik sudah berkurang,” jelas Krisantus didampingi Manajer Komunikasi UID PLN Bali I Made Arya di Denpasar, Rabu (18/5/2022).

Berita Terkait:  BRI BO Ubud Toreh Prestasi Gemilang di Bawah Kepemimpinan Ony Wijayanto

Menurutnya, PLN tidak pernah berhenti mengedukasi masyarakat agar peduli terhadap jaringan listrik PLN dengan menghindari bermain layang-layang di sekitar jaringan PLN. Khususnya yang menggunakan layang-layang berkawat yang dapat menghantarkan listrik.

Dia mengatakan layang-layang berkawat sangat berbahaya apabila menempel pada jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV karena dapat menyebabkan gangguan hubung singkat atau korsleting yang dapat membahayakan nyawa.

Berita Terkait:  Kantor Baru Mirae Asset di Denpasar Jadi Pusat Edukasi dan Konsultasi Investasi

“Korsleting listrik bisa berakibat terganggunya pasokan listrik tak hanya masyarakat termasuk ke fasilitas-fasilitas umum yang penting seperti rumah sakit, kantor-kantor pemerintahan, bandara dan tempat-tempat lainnya yang vital,” terangnya.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan pemerintah setempat, baik tingkat Kabupaten maupun Provinsi yang turut mendukung upaya PLN dalam mengamankan jaringan listrik salah satunya dengan terbitnya Peraturan Gubernur no 83 tahun 2022 tentang Penataan/ Perapian Pohon dan Bermain Layang-layang.

“Dukungan pemerintah setempat dengan menerbitkan peraturan ataupun kebijakan untuk melindungi masyarakat dari bahaya listrik sekaligus mengamankan keandalan pasokan listrik sangat kami apresiasi,” kata Krisantus.

Berita Terkait:  Dari Gerobak Pinjaman ke 21 Gerai: Kisah Putu Agus Bangun Waralaba SUKA Fried Chicken dari Nol

Selain itu, Ia juga berharap, saat menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan mendatang, masyarakat tetap memperhatikan pemasangan penjor dengan memperhatikan jarak aman terhadap jaringan listrik PLN.

“Kami menghimbau masyarakat untuk memperhatikan jarak aman pemasangan penjor yakni 2,5 m dari jaringan listrik,” imbuhnya.

Terakhir, dirinya mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kepada PLN jika menemukan potensi bahaya pada jaringan listrik melalui aplikasi PLN Mobile. (BB/501)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI