Gempa 5,2 SR Guncang Bali

Infografis: BMKG melaporkan gempa berkekuatan 5.2 SR, pukul 18:58:30 WIB pada lintang 10.00 LS, dan bujur 116.50 BT dengan kedalaman 100 Km berpusat di selatan Sumbawa, NTB, tak berpotensi tsunami. (Sumber: barometerbali/bmkg)

Denpasar | barometerbali – Guncangan gempa mengagetkan sebagian masyarakat di Bali, Rabu (21/8/2024). Dalam keterangan resmi BMKG yang diterima barometerbali.com, melaporkan gempa tersebut berkekuatan 5.2 SR, pukul 18:58:30 WIB pada lintang 10.00 LS, dan bujur 116.50 BT dengan kedalaman 100 Km.

Episentrum gempa berada di selatan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan rincian 143 km barat daya Sumbawa Barat, NTB. 146 km tenggara Lombok Tengah NTB.149 km barat daya Lombok Timur, NTB. 164 km tenggara Mataram NTB, dan 1156 km tenggara Jakarta.

Berita Terkait:  Buka Pameran Seni Rupa Tutur Ayu, Bunda Putri Koster Tegaskan Bali Harus Tetap Berakar pada Budaya

BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Berikut penjelasan lebih lengkapnya dari Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr Daryono, SSu, MSi.

Kejadian dan Parameter Gempabumi:
Hari Rabu 21 Agustus 2024 pukul 18.58.30 WIB wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 10,27° LS ; 116,42° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 175 Km arah Tenggara Lombok Tengah, NTB pada kedalaman 48 km.
 
Jenis dan Mekanisme Gempabumi:
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Berita Terkait:  Gubernur Koster Ajak Umat Jaga Toleransi dan Kondusifitas Bali, Perkuat Harmoni Nyepi–Idul Fitri

Dampak Gempabumi:
Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Mataram, Sumbawa Barat  dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), daerah Denpasar, Klungkung, Karangasem dan Badung dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI .
 
Gempabumi Susulan:
Hingga pukul 19.40 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
 
Rekomendasi:
Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.
 
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Siapkan Kebijakan Baru Atasi Macet di Jalur Gilimanuk–Denpasar

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI