Infografis: Gempabumi tektonik M5,1 mengguncang wilayah Bali, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) episenter gempabumi pada koordinat 9,22° LS ; 116,94° BT, atau tepatnya di laut pada jarak 52 Km arah Tenggara Sumbawa Barat, NTB pada kedalaman 10 km. (Sumber: BMKG/213)
Denpasar | barometerbali – Gempabumi tektonik mengguncang wilayah Bali, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1.
“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,22° LS ; 116,94° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 52 Km arah Tenggara Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 10 km,” ungkap Dr Daryono selaku Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG dalam keterangan pers diterima barometerbali.com, Kamis (6/6/2024).
Daryono lebih lanjut menjelaskan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya sesar aktif dasar laut (submarine active fault). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust).
“Gempabumi ini dirasakan di Kota Gianyar, Badung, dan Denpasar dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegasnya.
Hingga pukul 20.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Kepada masyarakat, Daryono mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg,” pesan Daryono. (213)
Editor: Ngurah Dibia











