Giat Cipta Kondisi Satpol PP Sidoarjo Temukan Pengamen Asal Tasikmalaya Jawa Barat

IMG-20250528-WA0006
Foto: Seorang pengamen jalanan asal Tasikmalaya Jawa Barat saat diciduk satpol PP Sidoarjo. (Barometerbali/redho)

Barometer Bali | Sidoarjo – Razia pasukan gabungan titik-titik yang sering menjadi tempat mangkal preman, pengamen, anak jalanan, dan pengemis. Giat Satpol PP Sidoarjo ini merespons keluhan masyarakat tentang gangguan terhadap ketenteraman dan ketertiban umum. Ada dugaan perdagangan orang.

Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian (Opnal) Satpol PP Sidoarjo R. Novianto menyatakan, kegiatan cipta kondisi ini menjawab keluhan masyarakat tentang berbagai gangguan kamtibmas. Baik pengamen, anak jalanan, pengemis, hingga premanisme.

”Banyak keluhan masuk ke kami soal gangguan trantibum ini,” kata Novianto.  Dalam kegiatan razia Selasa siang (27 Mei 2025) itu, pasukan gabungan mengamankan setidaknya 24 orang. Mereka diciduk di berbagai lokasi. Terutama perempatan-perempatan jalan. Di antaranya, Perempatan Gedangan, Bypass Juanda, Simpang Medaeng, dan Bypass Krian.

Berita Terkait:  Bupati Adi Arnawa Serahkan Hibah Gedung PN Badung kepada MA

Yang terbanyak adalah pengamen jalanan dan pengemis. Mereka kemudian diangkut ke Liponsos Dinas Sosial Sidoarjo di Kelurahan Sidokare, Kecamatan Sidoarjo. Hasil pendataan menyebutkan banyak di antara mereka bukan warga Sidoarjo.

Di antaranya, pengamen jalanan di Perempatan Gedangan. Lelaki itu bertato dan berambut gondrong. Ketika diciduk, dia tidak tampak ketakutan. Justru tersenyum. Pria itu ternyata berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat.

Ada pula pengamen lain yang beroperasi di Bypass Juanda. Lelaki gondrong dan berkulit hitam itu adalah warga Kabupaten Kediri. Saat diciduk, dia mencoba berontak. Berteriak-teriak. Minta dilepaskan dengan alasan takut istrinya menangis.

Berita Terkait:  Antisipasi Peredaran Narkoba, Polisi dan TNI Razia Kafe serta Tempat Karaoke di Sidoarjo

Selain itu, ada pengemis. Baik perempuan maupun anak-anak. Ada yang mengecat diri sebagai manusia silver. Atau, mengenakan pakaian seadanya untuk memancing rasa iba. Rata-rata mereka juga berasal dari luar Kabupaten Sidoarjo. Surabaya, misalnya.

Novianto menduga, pengemis dan anak jalanan itu didrop oleh orang lain. Mereka diturunkan dari truk di tempat tertentu. Disuruh mengamen atau mengemis. Kalau sudah dapat uang, mereka diambil lagi dengan truk untuk dibawa lagi.

”Saya menduga ada yang mengambil keuntungan dari mereka. Ini sudah termasuk perdagangan orang,” tegas Novianto pada Selasa sore (27 Mei 20025).

Berita Terkait:  Manasik Umroh Samira Travel Awal 2026 Digelar di Sidoarjo, 200 Jamaah Ikuti Pembekalan Intensif

Sekitar tiga jam menggeber razia, Satpol PP Sidoarjo mencidukk 24 orang. Mereka ditemukan di berbagai tempat. Satpol PP Sidoarjo bergerak bersama Polresta Sidoarjo, Sub Kogartap Garnisun, Dinas Sosial Sidoarjo, serta Dinas Perlindungan, Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sidoarjo.

Pasukan gabungan berangkat dari Mako Satpol PP di Jalan Kombespol M. Duryat. Mereka apel lebih dulu. Sekitar pukul 13.00. tak lama kemudian pasukan pun bergerak. Mobil dan truk beriringan menuju Buduran, Gedangan, Waru, Taman, Krian, Wonoayu, hinga kembali ke Sidoarjo Kota. (redho)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI