Giri Prasta Nakhodai KONI Bali 2026–2030, Fokus Data Atlet dan Target Menang di PON 2028

IMG_20260323_152347
Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Bali yang digelar pada Senin (23/3/2026)(Barometerbali/rian)

Barometer Bali | Denpasar – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali periode 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang digelar di gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (23/3/2026).

Terpilihnya Giri Prasta menandai komitmen baru pembinaan olahraga di Bali dengan pendekatan berbasis data, penguatan sport science, serta sinergi lintas daerah. Ia menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Bali menjadi fondasi penting dalam mendorong prestasi olahraga ke depan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster, yang mendukung penuh keberadaan KONI. Bahkan beliau akan terus mengevaluasi progres dan memberikan dukungan, termasuk dari sisi anggaran,” ujar Giri Prasta.

Ia menekankan bahwa pembangunan olahraga tidak bisa dilepaskan dari tiga pilar utama, yakni atlet, pelatih, dan venue. Karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh hingga ke level paling bawah.

“Ketika kita bicara olahraga, yang paling penting adalah atlet, pelatih, dan venue. Kami akan melakukan evaluasi sampai ke tingkat banjar, desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten, dan kota, sehingga potensi atlet bisa tergarap dengan baik,” jelasnya.

Berita Terkait:  Porsenijar Badung 2026 Resmi Ditutup, SMAN 1 Kuta Utara Kembali Raih Juara Umum

Lebih jauh, Giri Prasta menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dan sport science dalam proses pencarian serta pembinaan atlet. Menurutnya, keberhasilan pembinaan sangat ditentukan oleh kualitas data yang dimiliki.

“Kami harus melakukan pendataan yang akurat. Memang berbicara data itu tidak mudah, tetapi lebih parah lagi kalau kita berbicara tanpa data,” tegasnya.

Ia pun mencanangkan jargon baru bagi olahraga Bali ke depan, yakni semangat juang untuk meraih kemenangan di setiap ajang.

“Jargon kita ke depan sederhana, setiap atlet Bali yang berlaga harus datang untuk menang,” imbuhnya.

Menghadapi Pekan Olahraga Nasional 2028, Giri Prasta menilai Bali memiliki peluang besar untuk tampil maksimal, mengingat lokasi penyelenggaraan yang relatif dekat, yakni di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Di tahun 2028 ada PON yang dilaksanakan di wilayah NTT dan NTB. Ini seperti bermain di halaman rumah sendiri, sehingga kita harus maksimal,” katanya.

Berita Terkait:  TP PKK Bali dan Konjen Australia Perkuat Sinergi Pemberdayaan Perempuan

Sebagai bagian dari persiapan, KONI Bali akan memanfaatkan ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027 di Buleleng sebagai tolok ukur kesiapan atlet, sekaligus momentum evaluasi menyeluruh.

Sementara itu dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor olahraga sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah. Bagi Koster, olahraga tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat citra Bali di level nasional maupun internasional.

Menurutnya, potensi itu selama ini belum dikelola secara optimal. Padahal, Bali memiliki banyak bibit atlet yang bisa dikembangkan menjadi kekuatan besar jika dibina dengan baik dan ditopang organisasi yang solid.

“Olahraga di Bali ini sangat penting. Kita punya bibit-bibit bagus yang harus digali, dibina, dan diorganisir agar bisa berprestasi,” ujar Koster.

Lebih jauh, Koster menilai olahraga juga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat posisi Bali sebagai destinasi global. Ia mendorong agar Pulau Dewata tidak hanya dikenal sebagai tujuan wisata alam dan budaya, tetapi juga mampu tampil sebagai tuan rumah berbagai ajang olahraga berskala internasional.

Berita Terkait:  Kolaborasi Kemenbud dan Pemprov Bali Gelar CHANDI Summit, Gubernur Koster: Nuansa Budaya Harus Kuat

“Bali bukan hanya destinasi wisata alam dan budaya, tapi juga bisa menjadi tuan rumah event olahraga dunia. Ini yang harus kita dorong,” tegasnya.

Meski Bali saat ini menempati peringkat lima secara nasional dalam bidang olahraga, Koster menilai capaian tersebut belum cukup membanggakan. Posisi itu, menurutnya, masih tergolong biasa dan belum mencerminkan potensi besar yang dimiliki daerah ini. Ia optimistis Bali mampu melampaui capaian tersebut jika pembinaan dilakukan secara kolektif, serius, dan terarah.

Dalam arahannya, Koster meminta KONI Bali untuk memberi perhatian lebih pada cabang olahraga yang sesuai dengan karakter dan kekuatan alami masyarakat Bali. Cabang bela diri seperti pencak silat, karate, dan sejenisnya dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi lumbung prestasi.

“Kalau kita fokus pada cabang yang sesuai dengan nature kita, seperti pencak silat, karate, dan sejenisnya, peluang juara itu lebih besar,” pungkas Koster. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI