Barometer Bali | Denpasar – Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII kembali menyuguhkan tontonan memukau lewat Parade Gong Kebyar Dewasa di Panggung Terbuka Ardha Candra, Denpasar, Jumat (11/7/2025). Malam itu, dua duta seni dari Gianyar dan Klungkung unjuk kebolehan dalam adu kreativitas budaya yang disaksikan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.
Sorotan utama datang dari dua sajian berbeda namun sama kuatnya secara artistik dan pesan. Duta Klungkung, Sekaa Gong Kanya Gita dari Desa Kusamba, membuka pertunjukan dengan garapan bertema Eling Tanpa Eling. Lewat visualisasi prosesi Melasti yang mengandung ironi, mereka mengingatkan publik tentang pentingnya menjaga laut agar tak hanya disucikan secara ritual, tetapi juga secara ekologis.
Sementara itu, Gianyar lewat Komunitas Seni Sundaram dari Banjar Kutuh, Desa Sayan, menyuguhkan kisah menyentuh Tuan Sayan, yang mengangkat hubungan antara maestro tari I Sampih dan komposer Kanada, Colin McPhee. Fragmen ini mengalirkan narasi lintas budaya dan emosi yang dalam, menegaskan betapa kuatnya jejak seni Bali di pentas dunia.
Gubernur Koster tampak terpukau. Ia bahkan beberapa kali berdiskusi dengan kurator PKB, Prof. I Wayan Dibia, sembari mengamati detail tari dan tetabuhan.
“Ini luar biasa. Penampilan yang sarat nilai dan kekuatan seni. Teruslah berkarya dan rawat budaya Bali,” ucap Koster yang malam itu tampil sederhana namun hangat menyapa para seniman dan penonton.
Usai acara, suasana semakin hangat saat Gubernur dikerumuni warga dan seniman yang ingin berfoto. Dengan senyum lebar, ia melayani satu per satu permintaan, sembari memberi semangat agar generasi muda tetap menjadi penjaga warisan budaya. (red)











