Gubernur Koster Bahas Percepatan Pembangunan Bali dengan Menteri PPN Rachmat Pambudy

Screenshot_20251008_095914_WhatsAppBusiness
Gubernur Bali Wayan Koster (kanan) melakukan audiensi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, di Jakarta pada akhir September 2025. (barometerbali/red)

Barometer Bali | Jakarta — Gubernur Bali Wayan Koster melakukan audiensi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, di Jakarta pada akhir September 2025. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan, mengingat keduanya bersahabat sejak sama-sama menjadi anggota DPR RI dan sesama kalangan akademisi.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Koster menyampaikan sejumlah hal strategis terkait pembangunan Bali ke depan.

Pertama, Koster meminta dukungan Kementerian PPN untuk pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana strategis di Bali. Ia menegaskan, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala dalam merealisasikan program-program vital bagi masyarakat dan sektor pariwisata.

Berita Terkait:  133 Perbekel se-Tabanan Dikumpulkan, Inspektorat Tekankan Wajib Lapor LHKPN Sebelum 31 Maret 2026

Koster juga menyoroti besarnya kontribusi Bali terhadap pariwisata nasional. Pada tahun 2024, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali mencapai 6,3 juta orang, atau sekitar 45% dari total wisatawan asing Indonesia yang berjumlah 13,9 juta orang. Dari sisi devisa, Bali menyumbang Rp107 triliun, atau sekitar 44% dari total devisa pariwisata nasional senilai Rp234 triliun.

“Dengan kontribusi sebesar itu, Bali layak mendapatkan dukungan lebih besar dari pemerintah pusat, terutama untuk peningkatan kualitas infrastruktur dan transportasi agar wisatawan merasa nyaman serta pariwisata Bali semakin berdaya saing,” ujar Koster.

Berita Terkait:  Jembrana Gelar Musrenbang Tematik, Bupati Jembrana Nongkrong Bareng Anak Muda Serap Aspirasi

Selain itu, Koster juga memaparkan program transformasi ekonomi Bali melalui konsep Ekonomi Kerthi Bali, yang berorientasi pada kemandirian energi, pangan, dan air. Program ini akan menjadi bagian dari implementasi Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun ke Depan, yang mulai dijalankan pada tahun 2026.

“Melalui energi bersih, ekonomi berdikari, dan ketahanan pangan, kami ingin mewujudkan Bali yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Berita Terkait:  Koster Dorong Seni Jadi Motor Ekonomi Rakyat dalam 'Singgasana Seni Bung Karno'

Koster menambahkan, pelaksanaan program besar ini membutuhkan dukungan anggaran signifikan dari pemerintah pusat. “Jika tidak dilakukan percepatan mulai 2026, Bali berisiko tertinggal,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri PPN Prof. Rachmat Pambudy menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap visi Gubernur Koster.

“Kami mendukung sepenuhnya upaya dan kerja keras Gubernur Bali untuk mempercepat pembangunan daerah. Bappenas akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memastikan dukungan anggaran mulai tahun 2026,” kata Prof. Rachmat. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI