Barometer Bali | Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan perkembangan penanganan pascabanjir besar yang melanda Pulau Dewata pada 10 September 2025. Menurutnya, bencana tersebut dipicu hujan sangat lebat lebih dari 24 jam tanpa henti sejak 9–10 September, yang dipengaruhi aktifnya Gelombang Equatorial Rossby di wilayah Bali dan sekitarnya.
“Hujan ekstrem ini menumbuhkan awan konvektif dan mengakibatkan banjir besar, pertama kali terjadi di Bali, dengan dampak paling parah di Kota Denpasar akibat meluapnya Tukad Badung,” ungkap Koster di Denpasar, Sabtu (13/9/2025).
Banjir tersebut melanda Pasar Badung, Pasar Kumbasari, kawasan pertokoan Jalan Sulawesi Denpasar, serta sejumlah wilayah di Kabupaten Badung, Jembrana, Gianyar, Karangasem, dan Klungkung.
Hingga kini tercatat 17 korban jiwa: 11 orang di Denpasar, 3 orang di Gianyar, 2 orang di Jembrana, dan 1 orang di Badung. Selain itu, masih ada 5 orang yang belum ditemukan dan pencariannya terus dilakukan oleh Basarnas bersama tim gabungan.
Pemerintah Provinsi Bali menetapkan status tanggap darurat bencana selama 7 hari sejak 10–16 September 2025, diikuti pemerintah kota/kabupaten terdampak.
“Penetapan status ini menjadi dasar hukum agar anggaran APBD dapat digunakan untuk santunan dan bantuan sosial kepada warga terdampak,” jelas Koster.
Ia menambahkan, seluruh korban jiwa akan mendapat santunan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota masing-masing sebesar Rp15 juta per lembaga, sehingga keluarga menerima total Rp45 juta.
“Sementara kerugian material para pedagang dan warga terdampak sedang dihitung. Dalam beberapa hari ke depan akan direalisasikan bantuan ganti rugi sesuai aturan,” tegasnya.
Kerusakan fasilitas umum, jalan, serta bangunan akan ditangani pemerintah pusat. Koster memastikan penanganan berjalan cepat dan efektif.
“Kota Denpasar memang terdampak paling besar, tapi situasi sudah tertangani dengan baik berkat kerja keras semua pihak. Dalam beberapa hari ke depan, Pasar Badung dan Pasar Kumbasari sudah bisa kembali beroperasi,” tandasnya optimis.
Banjir ini juga mendapat perhatian langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta sejumlah menteri, termasuk Kepala BNPB, Menteri Sosial, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Pariwisata, Menteri Hukum dan HAM, hingga Kementerian PUPR.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Bali, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Presiden, Wakil Presiden, serta jajaran kementerian yang hadir langsung maupun memberi perhatian penuh terhadap penanganan banjir di Bali,” kata Koster.
Ucapan terima kasih juga diberikan kepada masyarakat Bali yang telah memberikan dukungan moral maupun material kepada keluarga korban serta petugas di lapangan.
Menutup keterangannya, Gubernur Koster menegaskan kondisi Bali tetap aman dan kondusif.
“Tidak ada jalur menuju destinasi wisata maupun Bandara I Gusti Ngurah Rai yang terganggu. Pariwisata Bali tetap berjalan normal. Dari 1–11 September 2025 tercatat kedatangan wisatawan asing sebanyak 247.999 orang, rata-rata 22.545 orang per hari,” pungkas Koster. (rah)











