Gubernur Koster Bersama Dubes Korea Selatan, Perkuat Kerja Sama Energi Bersih dan Kendaraan Listrik

IMG-20261023-WA0298
KERJA SAMA - Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Jumat (23/10/2026). (Barometerbali/Istimewa)

Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster mendorong kerja sama dengan Korea Selatan untuk mempercepat konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam memperluas penggunaan energi bersih dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Hal tersebut disampaikan Koster saat menerima kunjungan resmi Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Jumat (23/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama di sejumlah sektor strategis, mulai dari energi bersih, kendaraan listrik, teknologi digital, pengembangan kota cerdas (smart city), industri kreatif, pengelolaan lingkungan, hingga keamanan pariwisata.

Koster mengatakan, Pemprov Bali terus mendorong penerapan kebijakan energi bersih, termasuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Salah satu upaya yang ingin dikembangkan adalah konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik dengan melibatkan pihak ketiga, sehingga masyarakat tidak terbebani biaya tambahan.

“Kami terus mendorong kebijakan ini. Saya sangat membutuhkan pihak ketiga yang tertarik melakukan konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik tanpa menimbulkan beban bagi pengguna,” ujar Koster.

Berita Terkait:  Rakornas TPAKD 2026, Bupati Adi Arnawa Dorong Akses Permodalan UMKM melalui Sidi Kumbara

Ia berharap Korea Selatan dapat berkontribusi melalui dukungan teknologi, investasi, serta pembangunan infrastruktur pendukung, khususnya fasilitas pengisian daya kendaraan listrik.

Koster juga mengapresiasi hibah 11 unit bus listrik beserta enam stasiun pengisian kendaraan listrik dari Pemerintah Korea Selatan yang diserahkan kepada Pemprov Bali pada Kamis (22/10/2026).

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi momentum untuk mempercepat pengembangan transportasi publik berbasis energi bersih di Bali. Penggunaan kendaraan listrik diharapkan dapat mendorong perubahan pola mobilitas masyarakat menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Selain sektor energi, Koster membuka peluang kerja sama dengan Korea Selatan dalam pengembangan kota cerdas melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Ia menilai kemajuan teknologi Korea Selatan berpotensi mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik, pengelolaan perkotaan, dan pengembangan pariwisata Bali.

“Kami sangat mengikuti perkembangan teknologi digital dan AI di Korea. Teknologi ini bisa sangat berperan nantinya untuk menjaga kualitas kepariwisataan Bali,” katanya.

Berita Terkait:  Antrean BBM Masih Mengular di Denpasar, Nyoman Parta Dorong WFH hingga Pembelajaran Online

Kerja sama teknologi juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas, nilai tambah, dan daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM) Bali.

Di bidang industri kreatif, Koster berharap pengalaman Korea Selatan dalam mengembangkan industri musik K-pop hingga menjangkau pasar internasional dapat menjadi inspirasi bagi seniman dan pelaku industri kreatif Bali untuk memperluas jangkauan pasar.

Sementara itu, Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga identitas, tradisi, dan budaya lokal di tengah perkembangan pembangunan dan pariwisata.

Yoon menyampaikan bahwa Korea Selatan menargetkan pencapaian netralitas karbon pada 2050. Sejalan dengan target tersebut, pihaknya melihat peluang kerja sama dengan Bali dalam pengembangan energi bersih, kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya, serta teknologi pengelolaan lingkungan.

Ia juga menawarkan peluang kolaborasi dalam pengelolaan sampah, teknologi daur ulang, transportasi publik, dan penataan perkotaan. Yoon menyatakan kesiapannya memfasilitasi kerja sama dengan pihak-pihak terkait di Korea Selatan sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan Bali.

Berita Terkait:  Perkuat Kerja Sama Bali-Swiss, Gubernur Koster Buka Peluang Kolaborasi Pengolahan Sampah

Dalam pertemuan itu, Yoon turut mengungkapkan rencana Pemerintah Korea Selatan untuk membuka konsulat di Bali. Kehadiran konsulat diharapkan dapat memperkuat pelayanan dan perlindungan bagi warga negara Korea Selatan yang berada di Pulau Dewata.

Menurutnya, keamanan merupakan aspek penting dalam menjaga kepercayaan wisatawan. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan berbagai pihak terkait perlu terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan pariwisata yang aman dan nyaman.

Pertemuan Koster dan Yoon diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kemitraan Bali dan Korea Selatan di bidang energi bersih, transportasi listrik, teknologi digital, pengelolaan lingkungan, serta ekonomi kreatif.

Melalui peluang kolaborasi tersebut, Pemprov Bali berharap pengembangan teknologi dan energi bersih dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan serta identitas budaya Bali. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI