Gubernur Koster: Fashion Week Bali Beri Efek Ganda Ekonomi

Screenshot_20251203_200352_InCollage - Collage Maker
Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Week memiliki multiplier effect yang sangat signifikan di masyarakat. (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar – Dekranasda Bali Fashion Week memiliki dampvanganda yang sangat signifikan dalam upaya meningkatkan perkembangan dan penggunaan produk lokal Bali.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster saat membuka Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) Sesi 2 di Gedung Ksirarnawa Denpasar, Selasa (2/12) malam.

Menurutnya, pada umumnya Fashion Week hanya dilakukan di kota-kota besar seperti Jakarta, Badung maupun Surabaya padahal Bali pun memiliki potensi yang tidak kalah dengan kota-kota besar tersebut.

“Bali selama ini sedikit tampil dan hanya sebagai pengikut. Namun kali ini Bali mulai menjadi penyelenggara dan menampilkan keunggulan-keunggulan produk lokal Bali,” jelas Gubernur Bali asal Desa Sembiran tersebut.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Mohon Keselamatan dan Kesejahteraan Warga Bali dan Alam Semesta di Pura Pucak Padangdawa

Wayan Koster menjelaskan pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Week memiliki multiplier effect yang sangat signifikan di masyarakat.

Pertama karena desainer yang terlibat merupakan desainer lokal Bali yang sebelumnya tidak dikenal masyarakat karena belum memiliki ruang untuk tampil dan meningkatkan kualitas produknya.

Kedua, produk yang ditampilkan juga merupakan produk asli Bali yang mencerminkan identitas kearifan lokal Bali dan yang ketiga model yang tampil juga merupakan model Bali yang tidak kalah bersaing dengan model nasional bahkan internasional.

“Semua-semuanya Lokal. Inilah sebenarnya esensi dari Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Kita ingin menggerakkan keseluruhan secara totalitas yang bersumber dari potensi lokal Bali untuk memutar roda perekonomian masyarakat Bali,” imbuh Koster.

Berita Terkait:  Archipelago Mengangkat Fenomena Kuliner Korea Lewat “60 Seconds To Seoul”

Ia menjelaskan Dekranasda Bali Fashion Week merupakan gagasan brilian sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan IKM/UMKM di Bali. Tidak hanya memutar roda perekonomian rakyat namun juga merupakan ajang pelestarian budaya dan kearifan lokal Bali sekaligus menggali potensi-potensi Lokal Bali dapat tampil dan terus berkembang.

Koster berharap pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Week dapat juga dilaksanakan oleh Dekranasda Kabupaten/Kota sehingga dapat melibatkan lebih banyak desainer lokal, IKM/UMKM serta dapat meningkatkan kemampuan SDM lokal Bali.

Berita Terkait:  Natal Ita Esa Bali, Merajut Iman dan Kebersamaan di Pulau Dewata

Sementara itu Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster menyampaikan bahwa sama seperti sebelumnya Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) Sesi 2 akan dilaksanakan selama 7 hari berturut-turut dengan menampilkan berbagai karya desainer lokal Bali serta melibatkan berbagai instansi pemerintah, institusi, dan organisasi masyarakat.

Dijelaskan pada hari pertama pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) Sesi 2 diisi dengan pagelaran busana pengantion oleh Turah Mayun serta pagelaran busana dan asesoris oleh Bara Silver & Gold, Geoniloe, Puspa Mega, Darmawan Silver dan Taksu Desain. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI