Gubernur Koster: Perempuan Hindu Harus Jadi Benteng Budaya Bali

Screenshot_20260315_164535_Chrome
Gubernur Koster dalam sambutannya dibacakan Staf Ahli Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani menyatakan perempuan Hindu harus jadi benteng budaya Bali di tengah gempuran budaya asing pada peringatan HUT ke-38 WHDI Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Kamis (12/2). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster mengingatkan pentingnya peran perempuan Hindu sebagai benteng utama pelestarian budaya Bali di tengah derasnya pengaruh globalisasi, pariwisata, dan perkembangan teknologi. Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Wraspati Kliwon Menail, Kamis (12/2).

Dalam sambutan Gubernur Koster yang dibacakan Staf Ahli Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani, ditegaskan bahwa perempuan Hindu memiliki peran strategis dalam menjaga identitas Bali melalui pendidikan budaya sejak dini di lingkungan keluarga.

Berita Terkait:  Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Desa Pangsan

“Di tengah gempuran budaya asing yang masuk melalui pariwisata dan teknologi, anggota WHDI harus menjadi filter utama dengan cara mendidik anak-anak untuk menggunakan bahasa Bali, bangga berbusana Bali, dan bangga menjadi orang Bali,” tegas Gubernur Koster.

Ia menilai selama hampir empat dekade WHDI telah menunjukkan pengabdian nyata dalam menjaga kualitas perempuan Hindu, memperkokoh keluarga, serta melestarikan nilai-nilai dharma di tengah masyarakat Bali.

Berita Terkait:  Wali Kota Jaya Negara Beri Arahan di Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Bagi Satuan Pendidikan

Menurutnya, pembangunan Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali sangat sejalan dengan program WHDI yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pembentukan karakter generasi muda hingga penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

“Tanpa peran perempuan yang kuat, taksu Bali bisa meredup secara perlahan. Karena itu keberadaan WHDI sangat penting dalam menjaga nilai-nilai tradisi, spiritualitas, dan kebudayaan Bali,” ujarnya.

Berita Terkait:  TP PKK Kota Denpasar Gelar Pembukaan Posyandu Paripurna dan Posyandu 6 SPM di Denpasar Utara

Peringatan HUT ke-38 WHDI Bali kali ini juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan pelestarian budaya, seperti lomba mekidung, makekawin, medharma wacana, serta pembuatan gebogan yang melibatkan anggota WHDI dari berbagai daerah di Bali. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI