Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster memandang sangat penting keberadaan Badan Pengelola Batur UNESCO Global Geopark (BUGGp) yang melakukan pengembangan wisata geologi dan kebudayaan di kawasan Geopark Batur.
Selain melakukan melakukan konservasi sumber daya alam dan budaya di kawasan Geopark Batur, BUGGp dipandang punya peranan besar dalam meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan Geopark Batur. Hal tersebut terungkap saat Gubernur Koster menerima jajaran BUGGp di Jayasabha Denpasar pada Sabtu (24/5/2025).
Menurut Gubernur, sudah seharusnya pemerintah bisa menaungi keberadaan BUGGp yang selama ini telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, dalam pengelolaan Geopark.
“Sudah semestinya diupayakan untuk menjadi UPT dibawah provinsi karena ruang lingkupnya tidak hanya Bangli tapi juga ada di kawasan Buleleng dan Karangasem,” kata Gubernur.
Terlebih menurut Gubernur badan ini juga berperan besar dalam pelestarian dan pengembangan serta promosi produk andalan Bali yakni Kopi Arabika Kintamani yang menjadi produk dengan indikasi geografis kebanggaan pulau Dewata.
“Begitu pun dengan keberadaan anjing ras Kintamani yang juga telah diakui indikasi geografisnya,” imbuh Gubernur.
Sementara itu, GM BUGGp I Wayan Gobang Edi Sucipto menjelaskan kaldera Gunung Batur menjadi Geopark (Taman Bumi) sejak 2912 dan UNESCO akan mengadakan kunjungan 4 tahun sekali untuk mereview perkembangan kawasan ini serta manfaatnya pada perekonomian warga setempat.
“Terimakasih atas dukungan dan rekomendasi bapak gubernur dan pemerintah daerah sehingga kami punya dukungan jelas dari pemerintah daerah sebagai salah satu poin review tersebut, juga termasuk review dari kementerian terkait,” tutup Edi Sucipto. (red)











