Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program strategis “Satu Keluarga Satu Sarjana”.
Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Jumat (6/2).
Program ini merupakan bagian dari implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Program Satu Keluarga Satu Sarjana ini adalah investasi jangka panjang Bali. Kita ingin setiap keluarga punya sarjana, sehingga kemiskinan bisa diputus dari akarnya,” tegas Gubernur Koster.
Program yang mulai dilaksanakan sejak Agustus 2025 ini menargetkan 1.450 mahasiswa dari keluarga kurang mampu dengan pembiayaan penuh biaya pendidikan serta bantuan biaya hidup sebesar Rp1,2 juta hingga Rp1,4 juta per bulan.
Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan 26 hingga 28 perguruan tinggi di Bali.
Selain itu, Gubernur Koster juga menjelaskan kebijakan strategis lain berupa Program Insentif Nyoman dan Ketut yang akan berlaku mulai 2026 sebagai upaya menjaga keseimbangan demografi sekaligus melestarikan identitas budaya Bali.
Audiensi tersebut juga membahas dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan menjadi basis data penting dalam transformasi ekonomi Bali ke depan. (red)











