Barometer Bali | Gianyar – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk mempercepat pelaksanaan program strategis Bali dalam arah pembangunan 2025–2030. Bertempat di Wantilan Pura Samuan Tiga, Gianyar, Kamis (10/7/2025), Koster mengumpulkan seluruh pejabat Pemprov Bali, mulai dari eselon II hingga fungsional, untuk satu misi: bergerak cepat dan kreatif.
“Jangan pikir saya akan santai di periode kedua. Justru saya akan lebih ngebut! Jangan ada yang korupsi dan saya dengar ada pegawai yang selingkuh, stop! Itu tidak bagus, kasihan nanti keluarganya sampai ada yang cerai,” tegas Koster di hadapan para pejabat.
Gubernur asal Desa Sembiran itu menekankan bahwa seluruh program prioritas — baik lanjutan maupun baru — harus segera dieksekusi. Ia meminta jajaran Pemprov tak lagi menunggu perintah, melainkan proaktif dan penuh inisiatif dalam setiap langkah.
Empat isu utama yang jadi fokus yakni sampah, khususnya sampah plastik. Kemacetan, baik jangka pendek maupun infrastruktur jangka panjang. Air, sebagai kebutuhan dasar masyarakat, dan penertiban turis dan pelaku usaha pariwisata nakal.
Dalam menangani sampah plastik, Koster berencana memberi insentif hingga Rp1 miliar kepada desa atau desa adat yang sukses menjalankan program pengelolaan sampah berbasis sumber. Sementara tempat publik seperti hotel dan restoran yang disiplin akan mendapat penghargaan.
Untuk kemacetan, Koster mendorong pembangunan underpass dan jalan baru di titik-titik padat, serta mempercepat pengembangan transportasi massal.
Koster juga menyampaikan bahwa selama periode pertama, meski dihadang pandemi, Bali telah menuntaskan 48 tonggak pembangunan yang menjadi landasan Bali Era Baru. Kini, katanya, saatnya bergerak lebih agresif.
“Jabatan adalah amanah. Saya sudah beri kepercayaan. Mari kita wujudkan pembangunan Bali dengan kerja keras, jujur, dan jauh dari perbuatan tercela,” tandasnya.
Gubernur Koster menutup pengarahan dengan ajakan untuk menjaga citra Bali sebagai destinasi dunia. Menurutnya, Bali butuh tata kelola yang disiplin agar tetap menjadi kebanggaan nasional dan internasional. (rah)











