Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menargetkan angka kemiskinan di Bali terus ditekan hingga mendekati nol dengan memanfaatkan data statistik yang akurat sebagai dasar kebijakan.
Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Jumat (6/2).
Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan Bali pada September 2025 tercatat sebesar 3,42 persen atau sekitar 160,09 ribu orang. Angka ini menjadi yang terendah sejak penghitungan kemiskinan tahun 1996 sekaligus terendah secara nasional.
Menanggapi data tersebut, Gubernur Koster langsung menginstruksikan perangkat daerah untuk memetakan secara detail rumah tangga miskin yang masih tersisa.
“Cari rumah tangga miskin yang masih tersisa ini, petakan secara detail. Kepala Dinas Sosial, PMD, dan perangkat daerah lain harus keroyokan. Target kita jelas, kemiskinan harus terus turun dan menuju nol di Bali,” tegas Gubernur Koster.
Selain kemiskinan, BPS juga mencatat tingkat pengangguran terbuka Bali pada November 2025 sebesar 1,45 persen, yang juga menjadi yang terendah di Indonesia.
Gubernur Koster menegaskan bahwa keberhasilan tersebut harus dijaga melalui kebijakan pembangunan berbasis data agar program pemerintah benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan. (red)











