Pasca-Deportasi MM, Gubernur Koster Ingatkan WNA Patuh Hukum, Budaya dan Kearifan Lokal

IMG-20250415-WA0113
Gubernur Koster menegaskan deportasi dan penangkalan WNA MM menjadi pelajaran dan peringatan wisman lain yang akan berlibur ke Bali.

Barometerbali.com | Denpasar – Deportasi dan penangkalan warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat inisial MM memberi warning kepada semua WNA yang akan berkunjung ke Bali. MM langsung dipulangkan ke negaranya pada Senin 14 April 2025 malam pasca-tindakan brutal di salah satu klinik di Pecatu, Kuta Selatan, Minggu 13 April 2025.

Meski baru berlibur ke Bali awal April 2025, MM harus terima pil pahit hukuman administasi keimigrasian sesuai Undang Undang yang berlaku di Indonesia.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan deportasi dan penangkalan WNA MM menjadi pelajaran dan peringatan bagi wisatawan mancanegara (wisman) lain yang akan berlibur ke Bali.

Berita Terkait:  Jembrana Makin Tertata, Pemkab Sukses Relokasi PKL, Kini Tempati Kawasan "Beten Ancak"

Koster menyatakan, wisman atau WNA wajib patuh terhadap hukum yang berlaku di Indonesia dan menghormati adat istiadat, budaya, tradisi serta kearifan lokal Bali. Surat Edaran Gubernur Bali No. 7 Tahun 2025 tentang Tatanan Baru Bagi Wisatawan Asing Selama Berada di Bali harus ditaati.

“Pemerintah dan aparat keamanan akan keras dan tegas, tak ada ampun. Kita harap deportasi dan penangkalan ini menjadi pelajaran sekaligus memberi peringatan kepada semua wisman yang bekunjung ke Bali agar patuh pada hukum, menghormati budaya dan kearifan lokal,” tegas Gubernur Koster ketika menyampaikan rilis di kantor Imigrasi Denpasar, Senin (14/5/2025).

Berita Terkait:  Bupati Made Satria Tutup Spensapura Art Festival VI 2026, Dorong Generasi Muda Terus Berkarya dan Lestarikan Budaya

Saat penyampaian rilis, Gubernur Bali Koster bersama Kakanwil Ditjenim Bali, Kakanimsus Ngurah Rai, Kepala Imigrasi Denpasar, Kadisparda Bali dan jajaran Polda Bali.

Gubernur dua periode ini menyatakan, langkah tegas dan keras dilakukan agar wisman tertib dan citra pariwisata Bali terjaga baik di mata dunia.

“Kita tak ingin citra pariwisata Bali dirusak oleh tindakan perilaku wisatawan yang tidak sepantasnya, yang kalau kita ikuti dinamikanya, di negaranya saja dia tertib, coba kita ke Jepang, AS, Eropa dan Australia warga negaranya tertib di negaranya tapi kok ke Bali nakal. Ini anehnya, makanya tak ada ampun, yang gini-gini harus ditindak tegas,” jelasnya.

Berita Terkait:  BPBD Bali Perkuat Langkah Kolaboratif untuk Mewujudkan Resiliensi Bencana

Koster menyampaikan terima kasih sekaligus apresiasi kepada aparat keamanan dan imigrasi yang bertindak cepat menangkap pelaku. Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini, langkah tegas dan keras aparat menunjukkan kekuatan penegakkan hukum demi kehormatan bangsa Indonesia di mata dunia.

“Terima kasih kepada semua pihak, kami mengajak agar semua berperan aktif menjaga Bali sebagai daerah pariwisata di mata dunia,” kata Koster. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI