Guru Penggerak Surabaya Utara Tidak Lolos Karena Belum Jabat Wakil Kepala Sekolah

IMG-20250601-WA0007
Foto: Calon kepala sekolah di kota Surabaya ditolak karena dirinya belum pernah menjabat menjadi wakil kepala sekolah di sekolahnya, Sabtu (31/5/2025). (Barometerbali/redho)

Barometer Bali | Surabaya – Guru penggerak SMPN Negeri wilayah Utara sedih karena pengajuannya untuk menjadi calon kepala sekolah di kota Surabaya ditolak karena dirinya belum pernah menjabat menjadi wakil kepala sekolah di sekolahnya, Sabtu (31/5/2025).

Semangatnya menggebu untuk meraih sertivikat guru penggerak kini pupus sudah, sertivikat sudah diraih ditolak sistem SIMPKB (sistem informasi manajemen pengembangan keprofesian yang berkelanjutan). tidak memiliki jabatan wakil kepala sekolah minimal 2 tahun.

” Saya sudah mendapatkan SK guru penggerak, tapi gagal karena saya tidak punya SK jabatan wakil kepala sekolah minimal 2 tahun mas ” ujar guru tersebut pada awak media.

Berita Terkait:  barenbliss Sukses Gelar Campus Roadshow 2025: "Empowered Beauty, Inspiring Change"

“Kini saya mengajukan diri ke kepala sekolah saya untuk dijadikan staf dan maju jadi wakil kepala sekolah supaya kalo ada rekrutmen lagi saya bisa lolos jadi kepala sekolah ” tambahnya dengan sedih.

Saat media bertanya tentang temannya yang sama guru penggerak bisa lolos jadi kepala sekolah padahal jadi Waka baru 6 bulan Bu zizah nama samarannya yang tidak mau di sebutkan identitasnya sontak heran dan bertanya ” Kok bisa ya mas, wong saya saja masukkan datanya ke sistemnya saja ditolak, gak gak gak, mungkinlah mas … Kecuali kalo SK itu diubah mundur 2 tahun baru bisa mas …” ujar Bu guru ini dengan nada jengkelnya.

Berita Terkait:  Manasik Umroh Samira Travel Awal 2026 Digelar di Sidoarjo, 200 Jamaah Ikuti Pembekalan Intensif

Yusuf masruh kepala dinas pendidikan kota Surabaya diminta media untuk membuka data guru yang kini jadi kepala SDN Manyar Sabrangan 2 ini, menolak dan mengatakan “semoga guru tersebut sehat sehat saja ” pungkas Yusuf pada media melalui teleponnya.

Publik dan pers semakin tidak percaya dengan rekrutmen kepala sekolah di Surabaya karena ke tidak transparan dan kejujuran dinas pendidikan kota Surabaya, ada dugaan Kolusi dan nepotisme bahkan jual beli jabatan di rekrutmen calon kepala sekolah dikota Surabaya ini. (redho)

Berita Terkait:  Tumpek Krulut, Gubernur Koster Traktir Ribuan Anak Muda Ngopi hingga Makan Babi Guling

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI