Ket foto: Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar nomor urut 01, Gede Ngurah Ambara Putra dan Nengah Yasa Adi Susanto (ABDI) siap hadapi debat perdana besok, Sabtu (19/10/2024) malam. (barometerbali/ig)
Denpasar | barometerbali – Pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar nomor urut 01, Gede Ngurah Ambara Putra dan Nengah Yasa Adi Susanto (ABDI) menyatakan kesiapan untuk debat perdana yang akan digelar besok, Sabtu (19/10/2024).
“Langkah khusus sih tidak ada, ya cuman kita diskusi-diskusi saja untuk debat nanti, karena kita mengalir saja,” ungkap Adi Susanto kepada barometerbali.com, Jumat (18/10/24).
Terkait keikutsertaan timses yang akan menyaksikan proses debat secara langsung, pria yang kerap disapa Bro Adi ini mengaku akan mengikuti arahan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Denpasar.
“Timses yang diperbolehkan menyesuaikan dengan kesepakatan itu 50 orang yang boleh datang,” tambahnya.
Paslon yang didukung dan diusung Partai Gerindra, NasDem, dan PSI ini memiliki jargon “One Commando”.
Diberitakan sebelumnya, debat perdana pada Pilwalkot Denpasar ini akan mengusung tema, Dinamika dan Tantangan Denpasar Menuju Smart City, dan debat kedua dengan tema Denpasar Kotaku, Denpasar Rumahku.
“Subtema debat pertama meliputi transportasi, literasi dan digitalisasi ekonomi, sampah, pendidikan, kamtibmas, dan pariwisata,” terang Sekar.
Ia menambahkan kedua paslon akan mengikuti debat terbuka tersebut di Hotel Prama, Sanur dimulai pukul 19.00-21.00 Wita.
“Mulai pukul 19.00 Wita. Disiarkan langsung oleh stasiun TV Pemerintah, TVRI,” sebut Sekar.
Selain ada siaran langsung, juga akan ada siaran ulang atau relay dua stasiun TV Swasta yakni Bali TV dan Jawa Pos TV.
Sekar berharap, debat ini menjadi media pendidikan politik bagi masyarakat dalam mengetahui visi dan misi dari setiap paslon.
“Kami berharap paslon Pilwali Denpasar memanfaatkan momen debat terbuka ini sebagai sarana untuk memberikan pendidikan politik serta solusi yang ditawarkan dapat menjadi bekal bagi calon pemilih,” pungkas Sekar.
Reporter: Komang Ari
Editor: Ngurah Dibia











