Hadiri DBFW 2025, Selvi Gibran: Inovasi Harus Lahir dari Akar Budaya, Bali Bisa Jadi Pusat Mode Dunia

Screenshot_20251108_183656_InCollage - Collage Maker
Selvi Gibran mengapresiasi penyelenggaraan DBFW 2025 yang diinisiasi Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster pada acara penutupan di gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar, Jumat (17/11/2025). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar — Kehadiran Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Ny. Selvi Gibran Rakabuming, pada penutupan Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) 2025 – Session 1 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Jumat (7/11/2025) malam, menjadi sorotan hangat dunia fesyen Tanah Air.

Dalam arahannya, Selvi Gibran mengajak para pelaku UMKM dan desainer Bali agar berani berinovasi dan beradaptasi dengan tren global tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

“Bali punya kekuatan yang luar biasa. Inovasi boleh mengikuti zaman, tapi karakter budaya harus tetap jadi ruh utama setiap karya,” ujarnya tegas.

Ia menilai, karya para desainer dan perajin Bali telah menjadi inspirasi nasional. Namun, menurutnya, menjaga nilai budaya di tengah inovasi menjadi kunci agar produk lokal tetap memiliki ciri khas yang tak lekang oleh waktu.

Berita Terkait:  Bupati Satria Muspayang Bhakti Upacara Bhumi Sudha di Pura Watu Klotok

Selvi juga mengapresiasi penyelenggaraan DBFW 2025 sebagai ruang kreatif yang mempertemukan pelaku UMKM dari sembilan kabupaten/kota se-Bali. Ajang ini dinilainya strategis untuk membangun sinergi antara Dekranas pusat, provinsi, dan daerah dalam memperkuat posisi kriya serta wastra Bali di kancah dunia.

“Dekranasda Bali Fashion Week ini luar biasa. Ajang seperti ini menumbuhkan rasa percaya diri pelaku UMKM untuk menembus pasar internasional. Kolaborasi nyata seperti inilah yang kita butuhkan,” ungkapnya.

Usai menyaksikan peragaan busana, Selvi Gibran juga mengunjungi stan IKM Bali Bangkit yang memamerkan produk-produk kriya dan busana lokal. Ia mengaku terkesan dengan kualitas dan kreativitas karya para perajin yang dinilai siap ekspor tanpa kehilangan sentuhan khas Bali.

Berita Terkait:  Siap Berkontribusi, 48 Pramuka Penggalang Jembrana Dilepas ke Jambore Daerah Bali 2025

“Produk-produk ini halus, modern, tapi tetap punya jiwa Bali. Ini bukti UMKM kita siap bersaing di level global,” tuturnya kagum.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya menjadikan wastra dan kebaya sebagai simbol identitas perempuan Indonesia, bukan sekadar busana.

“Setiap kali kita mengenakan wastra, itu adalah jati diri kita. Mari lestarikan dan kenalkan ke dunia,” ajaknya penuh semangat.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menyampaikan apresiasi atas dukungan Ketua Umum Dekranas. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas desainer dan perajin lokal agar mampu menjadi pusat tren mode dunia.

Berita Terkait:  Imung dan Sasetya Berkolaborasi Luncurkan Antologi Cerpen

“Jika dikerjakan dengan konsisten, langkah kecil di Bali ini akan melahirkan karya besar yang mendunia,” tandasnya optimis.

Penutupan DBFW 2025 – Session 1 turut menampilkan karya Taksu Design diiringi alunan musik Bali oleh Gus Teja, serta koleksi menawan dari Darmawan Silver, Bara Silver, Puspa Mega, dan Geocraft.
Ajang ini akan berlanjut ke Session 2 pada 2–8 Desember 2025, yang diharapkan menjadi kelanjutan dari upaya memperkuat ekosistem kriya dan fesyen berbasis budaya menuju Indonesia kreatif dan berkelas dunia. (red)

 

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI