Hadiri Pengukuhan Bendesa Adat Pergung, Wabup Ipat Tekankan Sinergi Adat dan Dinas

IMG-20250908-WA0003
Foto: Bertepatan dengan rahina Purnama Katiga, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), menghadiri acara pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Pergung, Kecamatan Mendoyo, pada Minggu (7/9). (barometerbali/hum/rah)

Barometer Bali | Jembrana – Bertepatan dengan rahina Purnama Katiga, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), menghadiri acara pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Pergung, Kecamatan Mendoyo, pada Minggu (7/9).

Acara sakral ini menjadi momentum penting bagi pelestarian adat dan budaya Bali di tengah perkembangan zaman. Pengukuhan Bendesa Adat untuk masa ayahan 2025–2030 ini dilakukan oleh Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana, yang secara resmi menetapkan I Made Arya sebagai Bendesa Adat Pergung.

Berita Terkait:  High Level Meeting TP2DD-TPID, Jembrana Fokus Percepatan Ekosistem Digital dan Peningkatan PAD

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MDA Jembrana I Nengah Subagia, Camat Mendoyo, perwakilan PHDI, para perbekel dan bendesa dari wilayah sekitar, serta masyarakat (krama) Desa Adat Pergung.

Dalam sambutannya, Wabup Ipat menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh krama desa atas semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mendukung keberlangsungan adat istiadat di wilayahnya.

“Saya ucapkan selamat kepada Bendesa dan Prajuru yang telah dikukuhkan. Harapan saya, mereka dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengayomi masyarakat, serta menjadi teladan dalam menjaga keharmonisan di lingkungan desa,” ujar Wabup Ipat.

Berita Terkait:  Sinergi Pemkab Jembrana dan Bumdesma Hadirkan Rumah Layak dan Warung Produktif bagi Rakyat

Ia juga memberikan penghargaan kepada para Bendesa dan Prajuru sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya selama masa jabatan.

“Kami di Pemkab Jembrana sangat berharap desa-desa adat tetap aman dan kondusif, karena itu sangat mendukung keberhasilan pelaksanaan program-program pembangunan daerah,” lanjutnya.

Wabup Ipat juga menekankan pentingnya sinergi antara Desa Adat dan Desa Dinas, guna menciptakan keharmonisan dalam tata kelola masyarakat. Ia mengingatkan agar tidak terjadi ketidakharmonisan yang bisa menghambat pembangunan.

Berita Terkait:  Jembrana Makin Tertata, Pemkab Sukses Relokasi PKL, Kini Tempati Kawasan "Beten Ancak"

“Mari kita ajegkan Adat dan Budaya Bali, serta terus mendukung dan menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat. Khusus kepada Bendesa Adat Gilimanuk, sebagai gerbang utama Pulau Bali, saya harap bisa memaksimalkan kinerja dan perannya secara optimal,” tutup Wabup Ipat. (hum/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI