Hanya Koster-Giri Usung Warna Sakral Tridatu, Paslon lain Tidak

Ket foto: Momen Paslon Cagub dan cawagub Bali nomor 2 Koster-Giri mengusung warna Tridatu (Merah, putih dan hitam) saat kampanye terbuka di Karangasem, beberapa waktu lalu. (barometerbali/213)

Denpasar | barometerbali – Krama Bali wajib tahu, hanya paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor 2 Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) yang mengusung warna sakral di Bali. Warna Tridatu selalu menjadi identik Koster-Giri dalam setiap agenda kampanye terbuka dan pertemuan dengan krama Bali. Hal ini tak terlihat dari karakter paslon lain di Bali. 

Dalam setiap momen, Koster-Giri pasti sering berkoordinasi soal penggunaan busana adat Bali. Biasanya, Koster akan mengenakan busana adat Bali dominasi warna putih mulai dari kamen, saput dan udeng. 

Berita Terkait:  Said Iqbal Hadiri Musda–Muscab V Partai Buruh di Bali, Targetkan Kursi DPR hingga Perkuat Perlindungan Pekerja

Sementara Giri Prasta Bupati Badung dua periode, identik dengan busana adat Bali berwarna hitam. 

Jika kampanye bersamaan dengan paslon Bupati dan wakil Bupati yang diusung PDI Perjuangan, para paslon Bupati kerap menggunakan busana adat serba merah. 

Saat berdiri diatas panggung, diatur dengan urutan warna sakral Tridatu yaitu dimulai dari merah, putih dan hitam. 

Koster-Giri juga menaati kesakralan ini. Biasanya Koster akan berdiri atau duduk di tengah, diapit Giri disebelah kiri dan paslon bupati dan wakil bupati di sisi kanan.  

Berita Terkait:  Mandek Kasus 106 SHM di Tahura Ngurah Rai, Belum Ada Tersangka

“Warna yang paling sakral di Bali adalah warna Tridatu. 

Merah, putih, hitam,” kata Calon Wakil Gubernur Bali nomor 2 Giri Prasta ketika kampanye terbuka di Karangasem beberapa waktu lalu. 

Hal ini tak sekedar omong-omong. Terlihat saat kampanye di Karangasem, beberapa waktu lalu. Paslon Bupati Karangasem nomor 2 Gede Dana dan Nengah Swadi menggunakan busana serba merah, mengapit Koster yang mengenakan putih dan Giri mengenakan busana serba hitam. 

“Di sini Pak Gede Dana merah, Pak Gubernur (Koster) Putih, dan Pak Giri hitam,” kata Giri. 

“Kita perkuat warna Tridatu untuk krama Bali yang kita cintai bersama. Selain itu, warna lain tak ada di Bali,” tambah Giri Prasta.  

Berita Terkait:  Wagub Giri Prasta Hadiri Inauguration Night JCI 2026, Dorong Kolaborasi Wujudkan Bali Era Baru

Untuk diketahui, dilansir dari beragam sumber, warna tridatu memiliki makna sebagai lambang manifestasi kesucian Tuhan dalam bentuk Trimurti, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa. 

Merah melambangkan Dewa Brahma, sebagai pencipta, Putih melambangkan Dewa Siwa, sebagai pelebur Hitam melambangkan Dewa Wisnu, sebagai pemelihara. 

Tridatu juga melambangkan Tri Kona, yaitu tiga perjalanan hidup manusia, yaitu lahir, hidup, dan mati. Dengan memakai gelang tridatu, diharapkan manusia selalu mengingat Tuhan sebagai pencipta, pemelihara, dan pelebur.

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI