Barometer Bali | Singasana – Upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tabanan terus diperkuat melalui sinergi pemerintah daerah dengan dunia usaha. Salah satunya melalui program bedah rumah bagi warga kurang mampu yang didukung oleh Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Pembangunan Daerah Bali.
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. menyampaikan apresiasi kepada BPD Bali atas dukungan yang diberikan dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program bedah rumah tidak layak huni.
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian penting dalam upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tabanan.
“Enam keluarga mendapat bantuan bedah rumah melalui CSR BPD Bali. Kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya Kamis, (12/10).
Bantuan CSR dari BPD Bali Cabang Tabanan tersebut berupa bedah enam rumah tidak layak huni dengan total nilai Rp275.000.000, dengan rincian 5 rumah dibedah secara penuh dan 1 rumah direnovasi sebagian.
Adapun enam warga yang menerima bantuan bedah rumah tersebut yakni I Nyoman Sukamiasa dari Banjar Anyar, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti. I Nyoman Suraedi dari Banjar Nyuh Gading, Desa Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat. I Nyoman Ular Mas dari Banjar Dinas Raden, Desa Baru, Kecamatan Marga. I Nengah Sucita dari Banjar Tengah Kawan, Desa Kerambitan, Kecamatan Kerambitan. I Made Miniartayasa dari Banjar Dinas Manunggul, Desa Bajera Utara, Kecamatan Selemadeg serta I Wayan Tarmasandri dari Banjar Saraswati, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg.
Direktur Utama dr. I Wayan Dody Setiawan dalam laporannya menyampaikan bahwa program bedah rumah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan CSR yang dilaksanakan bersamaan dengan penyerahan bantuan ambulans kepada RSUD Singasana.
Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut menyasar keluarga kurang mampu yang membutuhkan hunian yang layak.
“Kami melihat ini sebagai langkah mulia, karena kesehatan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh layanan di rumah sakit, tetapi juga dimulai dari lingkungan tempat tinggal yang sehat dan layak,” jelasnya.
Menurutnya, sinergi antara bantuan transportasi medis melalui ambulans dan program perbaikan rumah masyarakat merupakan bentuk kolaborasi yang komprehensif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Sinergi antara bantuan transportasi medis dan perbaikan hunian ini merupakan kolaborasi yang sangat komprehensif dalam mendukung kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap program serupa dapat terus berlanjut melalui kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah, perbankan, maupun sektor swasta, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat. (tmc/rah)










