Hapus Kesan Seremonial, Bupati Jembrana Instruksikan Seluruh Agenda OPD Wajib Berbasis Pelestarian Lingkungan

IMG-20251219-WA0043_n9TyMRNA34
Foto: Bupati Kembang saat melakukan aksi penanaman pohon di SD Negeri 3 Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, pada Jumat (19/12/2025). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Jembrana – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, semakin mempertegas komitmennya dalam menjaga kelestarian alam di Bumi Makepung. Tak sekadar retorika, komitmen tersebut diwujudkan melalui arahan konkret untuk mengubah budaya seremonial di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga satuan pendidikan menjadi aksi nyata pelestarian lingkungan.

Hal itu ditegaskan Bupati Kembang saat melakukan aksi penanaman pohon di SD Negeri 3 Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, pada Jumat (19/12/2025). Bersama para guru dan siswa, Bupati menanam bibit pohon pada area senderan sekolah sebagai langkah mitigasi bencana.

Berita Terkait:  Bupati Kembang Dorong Dialog Lintas Agama Jaga Kondusivitas Daerah

​Didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Bupati memberikan instruksi tegas agar sekolah-sekolah di Jembrana mulai meninggalkan praktik seremonial yang tidak ramah lingkungan. Kegiatan seremonial itu bisa diganti dengan kegiatan kegiatan pelestarian lingkungan berbasis edukasi seperti gotong royong, bersih bersih pantai atau menanam pohon.

“Kita harus merubah budaya acara seremonial agar lebih ramah lingkungan. Misalnya saat memperingati HUT, jangan ada pelepasan balon tapi kita ganti dengan pelepasan burung, dekorasi mewah tidak perlu mending ganti dengan beli bibit pohon lalu ditanam bersama dan rutin laksanakan gotong royong,” ungkap Bupati Kembang.

Bupati berharap perubahan ini dapat membentuk karakter siswa yang mencintai lingkungan sejak dini. Menurutnya, kegiatan yang sederhana, murah, dan efisien jauh lebih berdampak besar bagi bumi daripada acara mewah yang justru menyisakan sampah.

Berita Terkait:  PLN UP2D Bali Siaga Nataru, Pastikan Keandalan Listrik Demi Kenyamanan Pelanggan

“Kita ingin lingkungan sekolah menjadi benteng pertahanan pertama dalam menghadapi perubahan iklim, sekaligus menciptakan ruang belajar yang sejuk dan nyaman bagi anak-anak kita,” pungkasnya.

Menyikapi tren pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah, Bupati Kembang meminta jajarannya untuk lebih kreatif dan efisien dalam pengelolaan infrastruktur. Salah satunya dengan mengganti penggunaan beton dengan vegetasi alami di area rawan longsor.

“Jangan sedikit-sedikit meminta pagar beton ke Pemkab. Tanaman jika ditata dengan baik, akan jauh lebih indah dan mampu menahan longsor dengan akar yang kuat. Kita bisa belajar dari konsep vila-vila yang tetap asri dan kokoh karena memanfaatkan tanaman,” ujar Bupati Kembang. (hum/rah)

Berita Terkait:  Ringankan Beban Krama Bali, Pemkab Jembrana Gelar Upacara Manusa Yadnya Massal Gratis bagi 286 Peserta

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI