Hati-hati! Terlihat Sehat, Ternyata Menjebak: 8 Makanan Ini Justru Buruk bagi Kesehatan

BARO FEB F 15
Beragam smoothies yang jika dikonsumsi berlebih, dapat berdampak buruk bagi kesehatan. (barometerbali/dok.pixabay.com)

Barometerbali.com | Denpasar – Tidak sedikit orang memilih makanan berdasarkan label “sehat”, “rendah lemak”, atau “alami” dengan harapan dapat menjaga kebugaran tubuh.

Namun, anggapan tersebut tidak selalu benar.

Sejumlah makanan yang tampak menyehatkan justru menyimpan kandungan gula, garam, maupun bahan tambahan lain dalam jumlah tinggi.

Jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus, makanan-makanan ini berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari lonjakan gula darah, peningkatan berat badan, hingga gangguan metabolisme.

Berikut beberapa jenis makanan yang kerap dianggap sehat, tetapi perlu diwaspadai konsumsinya.

Berikut delapan makanan yang sering dianggap sehat, padahal perlu diwaspadai.

1. Granola dan sereal sarapan

Granola dan sereal sering dipromosikan sebagai sarapan sehat.

Namun, banyak produk mengandung gula, madu, atau sirup dalam jumlah besar.

Konsumsi berlebihan justru dapat menyebabkan lonjakan gula darah di pagi hari.

Selain itu, minyak dan lemak yang digunakan untuk memanggang granola dapat menambah kalori ekstra.

Semangkuk granola dapat dengan mudah mencapai 300 hingga 400 kalori.

Berita Terkait:  Ini Kata Pakar! Cara Memasak Nasi Ini Ternyata Bisa Memicu Keracunan, Bagaimana yang Dianjurkan?

2. Smoothie

Smoothie mungkin tampak seperti sarapan atau pengganti makanan yang sehat.

Tapi, smoothie biasanya mengandung lebih banyak gula daripada yang Anda duga.

Smoothie memiliki bahan dasar jus buah atau susu manis yang bisa melonjakkan kadar gula darah.

Topping yang digunakan seperti granola, selai kacang, atau madu bisa menambah ratusan kalori.

Tak hanya itu, kandungan protein atau serat yang rendah membuat makanan kurang mengenyangkan dan membuat Anda cepat lapar.

3. Yogurt berperisa

Yogurt memang baik untuk pencernaan, tetapi yogurt berperisa sering mengandung gula tinggi.

Kandungan gula ini bisa menyamai bahkan melebihi minuman manis, sehingga berisiko meningkatkan berat badan dan kadar gula darah.

Pilihan yang lebih baik adalah yogurt Yunani tawar atau campurkan sendiri buah beri segar atau buah-buahan di atas yogurt tawar Anda.

4. Camilan rendah lemak

Camilan rendah lemak sering dianggap sehat dan sering digunakan sebagai camilan sehat untuk diet.

Padahal, produk rendah lemak sering mengganti lemak dengan gula atau garam agar tetap terasa enak.

Berita Terkait:  Jadi Menu Rumahan, Ini 7 Makanan Vegetarian Indonesia yang Bisa Dinikmati Setiap Hari

Akibatnya, camilan ini bisa sama tidak sehatnya dengan versi biasa jika dikonsumsi berlebihan.

5. Makanan kemasan bebas gluten

Bebas gluten tidak selalu berarti lebih sehat, terutama jika menyangkut produk kemasan.

Gluten adalah protein yang ditemukan dalam gandum, rye, dan barley.

Makanan jenis ini biasanya memiliki kandungan serat yang rendah, sehingga kurang mengenyangkan.

Selain itu, untuk meningkatkan rasa dan tekstur, biasanya makanan ini dibuat dengan menambahkan gula dan minyak, yang akhirnya membuat makanan jadi tidak sehat.

6. Topping dan saus salad

Salad bisa menjadi makanan rendah kalori dan kaya nutrisi, tapi ini tergantung dari apa yang Anda tambahkan ke dalam salad tersebut.

Menuangkan saus salad kemasan dapat membuat salad menjadi tinggi kalori, gula, dan lemak jenuh.

Tanpa disadari, saus ini dapat membuat salad menjadi tidak lagi rendah kalori.

Sebaiknya pilih saus berbahan dasar cuka, protein tanapa lemak, dan sayuran renyah untuk tekstur.

7. Protein bar

Protein bar bisa menjadi camilan atau makanan praktis saat bepergian.

Berita Terkait:  Biar Tak Salah Persepsi, Menurut Pakar Ini Perbedaan Vegan dan Vegetarian

Tetapi, beberapa protein bar justru lebih mirip dengan permen daripada makanan sehat.

Ini karena protein bar tersebut mengandung gula dan sirup tambahan, seperti sirup jagung, sirup beras merah, dll.

Selain itu, protein bar juga cenderung rendah serat, yang tidak akan membuat Anda kenyang.

Pilihlah protein bar yang mengandung setidaknya 10 gram protein, sedikit tambahan gula, dan menggunakan bahan-bahan sederhana.

8. Jus buah kemasan

Jus buah kemasan sering dianggap sebagai pengganti buah segar yang menyehatkan.

Padahal, banyak jus kemasan mengandung gula tambahan dan sangat sedikit serat.

Tanpa serat, kadar gula darah bisa naik lebih cepat dibandingkan makan buah utuh.

Daripada minum jus buah, Anda lebih disarankan untuk mengonsumsi buah utuh, seperti apel, jeruk, atau beri.

Itulah beberapa makanan yang sering dianggap sehat, tertanya memiliki kandungan tinggi gula, rendah serat, hingga tinggi kalori, yang tidak baik untuk kesehatan tubuh. (ari)

 

 

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI