Hidangan Khas Menyambut Bulan Suro yang Penuh Makna

BARO JUNE F 49
Bubur Suro menjadi perlambang ucapan syukur masyarakat Jawa atas berkah dari Yang Maha Kuasa. (barometerbali/dok./@dapoer_bigle)

Barometer Bali | Denpasar –   Perayaan 1 Suro, yang menandai Tahun Baru dalam penanggalan Jawa, tidak hanya dirayakan dengan ritual spiritual, tetapi juga dengan aneka hidangan tradisional yang sarat makna.

Setiap makanan yang disajikan memiliki filosofi tersendiri, mencerminkan doa, rasa syukur, dan harapan masyarakat Jawa.

Berikut lima hidangan khas yang kerap hadir dalam peringatan 1 Suro.

1. Bubur Suro

Bubur ini menjadi sajian utama di hari pertama bulan Suro, dan sudah menjadi tradisi sejak masa Sultan Agung.

Berita Terkait:  Maison Aurelia Sanur Celebrates Balinese Art with “Entre Terre et Âme: Bali, Une Harmonie Silencieuse 2026”

Terbuat dari bahan-bahan seperti santan, serai, dan daun salam, bubur Suro memiliki cita rasa gurih manis.

Hidangan ini melambangkan rasa syukur atas berkah dari Tuhan Yang Maha Esa.

2. Apem

Apem adalah kue tradisional berbahan dasar tepung beras, santan, dan gula merah.

Saat 1 Suro, apem biasanya disusun dalam bentuk gunungan dan berwarna putih, melambangkan kesucian.

Berita Terkait:  Megawati Soekarnoputri Hadiri Singgasana Seni Bung Karno di Sanur, UMKM Bali Raup Antusiasme Ribuan Pengunjung

Sajian ini juga mencerminkan nilai kesederhanaan dan kebersamaan.

3. Bubur Merah Putih

Disajikan dari beras ketan dan gula merah, bubur merah putih menjadi simbol awal kehidupan baru.

Biasanya bubur merah diletakkan di sekeliling dan bubur putih di tengah, merepresentasikan keseimbangan dan kemurnian.

4. Nasi Tumpeng

Tumpeng berbentuk kerucut yang disajikan bersama lauk-pauk melambangkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Berita Terkait:  “Singgasana Seni Bung Karno” Safira: Kolaborasi Seni, Fashion, dan Penguatan Ekonomi Lokal

Kehadirannya di 1 Suro merupakan ungkapan syukur atas berkah kehidupan.

5. Ayam Ingkung

Ayam utuh berbumbu rempah khas seperti bawang, kemiri, kunyit, dan daun salam ini menjadi simbol penghormatan kepada Tuhan.

Rasanya yang gurih dan khas menjadikan ayam ingkung sajian penting dalam tradisi ini. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI