Barometerbali.com | Gianyar – Sejumlah wisatawan berenang di sebuah kolam seluas sekitar 100 meter persegi.
Sesekali mereka mendekat ke bebatuan setinggi empat meter di tepi kolam demi merasakan derasnya air yang mengalir.
Pelancong lainnya asyik berfoto dengan latar air terjun dengan tinggi 60-an meter tersebut.
Air terjun dan kolam dengan air kehijauan tersebut dikelilingi rimbunnya pepohonan.
Suatu hari kami melali (jalan-jalan) ke Taman Sari, objek wisata berupa air terjun dan kolam alami tersebut terletak di Banjar Ngenjung Sari, Desa Bakbakan, Kabupaten Gianyar, Bali.
Penjaga di Taman Sari, Made Suyasa, menuturkan objek wisata Taman Sari ditemukan oleh warga setempat.
Saat itu, bebatuan dan pasir menyesaki dasar kolam.
“Dulu, seperti hutan dan akses menuju ke sini hanya jalan setapak,” tuturnya.
Warga Banjar Ngenjung Sari melihat potensi wisata dari air terjun dan kolam alami itu.
Tokoh masyarakat dan prajuru (pimpinan banjar adat) Banjar Ngenjung Sari lalu bermusyawarah dan sepakat menjadikan air terjun dan kolam tersebut sebagai tempat pelesiran bernama Taman Sari.
Nama itu merupakan gabungan nama Banjar Ngenjung Sari dan nama sebuah pura, Taman.
Warga Banjar Ngenjung Sari dibantu sejumlah tukang bergotong royong membuat beragam fasilitas di Air Terjun Taman Sari.
Mereka membuat tangga dengan pegangan untuk memudahkan wisatawan berjalan menuju objek wisata tersebut; membangun toilet dan ruang ganti; hingga mengambil bebatuan besar dari dasar kolam.
“Penyiapan fasilitas tersebut butuh waktu sekitar enam bulan,” tutur Suyasa.
Suyasa menambahkan warga banjar juga membuat pintu air di ujung kolam alami.
Saat pagi, petugas menutup pintu air tersebut agar kolam penuh dan bisa direnangi wisatawan.
Sedangkan, sore hari, petugas membuka pintu air itu kembali.
Anggaran untuk membuat beragam fasilitas di Air Terjun Taman Sari mencapai Rp 400 juta.
Dana itu diambil dari kas warga banjar.
Air Terjun Taman Sari diresmikan pada 28 September 2019.
Syahdan, beberapa bulan kemudian, objek wisata tersebut terimbas pandemi COVID-19.
Pengelola objek wisata, warga Banjar Taman Sari, tetap membuka tempat pelesiran tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan penggunaan masker.
Wisatawan yang pelesiran di Air Terjun Taman Sari perlahan mulai bertambah seiring meredanya wabah virus corona.
Kini, pelancong yang berkunjung pada akhir pekan maupun hari libur rerata 200-an orang per hari, sedangkan pada Senin-Jumat turis yang pelesiran di objek wisata itu sekitar 100-an orang.
Menurut Suyasa, mayoritas pelancong yang berkunjung adalah turis asing.
“Sekitar 80 persen wisatawan asing, sisanya domestik,” tutur pria berusia 60 tahun itu.
Adapun tiket masuk untuk turis asing dewasa sebesar Rp 30 ribu dan anak Rp 20 ribu, sedangkan untuk wisatawan domestik dewasa yakni Rp 20 ribu serta anak-anak Rp 15 ribu.
Air Terjun Taman Sari buka setiap hari dari pukul 06.00-18.00 Wita.
Tempat pelesiran tersebut tutup saat Nyepi.
Kami sempat berenang di kolam alami Air Terjun Taman Sari.
Rasa lelah setelah berkendara sekitar 60 menit dari Denpasar dan berjalan lima menit dari tempat parkir ke air terjun tersapu oleh dinginnya air di kolam tersebut.
Meski berjalan menuruni sejumlah anak tangga, mata akan dimanjakan dengan rimbunnya pepohonan.
Kolam alami juga aman untuk orang dewasa karena titik paling dalam adalah 165 sentimeter.
Sedangkan di titik-titik lain kolam kedalamannya antara 110-165 sentimeter.
Sejumlah anak-anak saat itu juga berenang dengan pengawasan orang tuanya.
Air Terjun Taman Sari memiliki dua kolam lain yaitu kolam yang terletak tepat di bawah air terjun dan kolam buatan untuk anak-anak sedalam 50 sentimeter.
Selain itu, pengelola juga menyediakan spot foto dengan latar air terjun tersebut.
Ruang ganti dan toilet yang disediakan juga layak.
Ruang ganti dilengkapi dengan pancuran untuk bilas dan toilet dilengkapi dengan kloset duduk.
Suyasa mengeklaim Air Terjun Taman Sari unggul karena memiliki kolam alami yang cukup luas.
“Keunggulan kami ada di natural pool itu,” tutur pria berkacamata tersebut.
Air Terjun Taman Sari cukup bagus dengan fasilitas yang memadai.
Pengelola juga menyediakan tempat duduk berupa undakan dan gazebo untuk menikmati objek wisata itu.
Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari tempat parkir dan tiket masuknya terjangkau. (ari)











