Hijaukan Lereng Gunung Batur, FPRB Bangli Gelar Reboisasi di Bukit Pule Songan

IMG-20251221-WA0020_5QHoK0R39x
Foto: Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bangli, Dr. I Wayan Wiwin, SST.Par., M.Par., memimpin langsung aksi reboisasi yang dipusatkan di Bukit Pule Songan, Jalan Wisata Bukit Pule, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Kintamani – Upaya pelestarian alam di kawasan Kintamani terus digalakkan. Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bangli, Dr. I Wayan Wiwin, SST.Par., M.Par., memimpin langsung aksi reboisasi yang dipusatkan di Bukit Pule Songan, Jalan Wisata Bukit Pule, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Kegiatan yang berlangsung hari ini Minggu (21/12/2025) ini disambut langsung oleh Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Bukit Pule Gunung Batur, I Nyoman Arnaya. Turut hadir dalam aksi lingkungan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Bangli, I Wayan Artom Krisna dan I Made Muliawan, serta Camat Kintamani I Ketut Erry Soena Putra, dan tokoh masyarakat Desa Songan.

Dalam sambutannya, Ketua FPRB Bangli, Dr. I Wayan Wiwin, SST.Par., M.Par.menekankan bahwa penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata dalam mitigasi bencana jangka panjang.

“Reboisasi di lereng Gunung Batur adalah investasi masa depan. Dengan menanam pohon hari ini FPRB berkomitmen untuk terus mendorong gerakan kolaboratif seperti ini demi meminimalisir risiko bencana alam di Kabupaten Bangli, dan Terima kasih kepada anggota DPRD Kabupaten Bangli Instansi terkait (BKSDA, KPH Bali Timur, DLH, BPBD), unsur pimpinan kecamatan, desa, TNI/Polri, serta seluruh komunitas (Tagana, Orari, Rapi, Mapala) dan kelompok tani hutan yang telah hadir dan mendukung kegiatan ini.

Berita Terkait:  Ny. Eva Satria Pimpin Gerakan Bersih-Bersih Serentak Sampah Plastik di Pantai Watu Klotok

Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bangli adalah organisasi independen yang baru dikukuhkan pada Juni 2025. Kami merupakan mitra strategis pemerintah dan masyarakat yang fokus pada upaya mitigasi dan pencegahan (pra-bencana).

Kegiatan dan Visi ke Depan Sepanjang tahun 2025, kami telah melakukan reboisasi di empat kecamatan serta edukasi “Satuan Pendidikan Aman Bencana” di sekolah-sekolah. Ke depan, kami berkomitmen bersinergi dengan seluruh stakeholder untuk membentuk Desa Tangguh Bencana.

Pentingnya Kolaborasi dan Kesadaran Masyarakat Berdasarkan peta risiko, Bangli memiliki 9 potensi bencana (kecuali tsunami). Oleh karena itu, partisipasi masyarakat adalah ujung tombak. Kami mengajak semua pihak untuk menumbuhkan kesadaran mitigasi agar dampak bencana dapat diminimalisir.

Berita Terkait:  Ibu Putri Koster Ajak Perkuat Pemilahan Sampah dari Sumber Jelang Penutupan TPA Suwung

Penanaman Pohon Hari ini, telah menutup agenda FPRB tahun 2025 dengan bibit pohon bantuan dari BP DAS Unda Anyar dan KPH Bali Timur, dan meski jumlahnya mungkin belum mencakup seluruh lahan, semangat kebersamaan ini adalah langkah nyata dalam menjaga alam. Kami mohon dukungan masyarakat untuk menjaga pohon-pohon yang telah ditanam. “Tutup Dr. Wiwin.

Senada dengan hal tersebut, Ketua KTH Bukit Pule Gunung Batur, I Nyoman Arnaya, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dipilihnya kawasan Bukit Pule sebagai lokasi penghijauan.

“Kami selaku kelompok tani hutan merasa sangat terbantu. Bibit yang ditanam hari ini, terutama jenis produktif seperti Alpukat, akan memberikan dampak ekonomi bagi warga di masa depan, sementara pohon Majegau dan Pule akan menjaga kelestarian adat dan ekosistem lokal kami,” ungkap Nyoman Arnaya.

Dua Anggota DPRD Kabupaten Bangli yang hadir, I Wayan Artom Krisna dan I Made Muliawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif FPRB dan keterlibatan masyarakat Desa Songan.

Berita Terkait:  TPA Suwung Ditutup 23 Desember 2025, Gubernur Koster: Denpasar–Badung Wajib Kelola Sampah Mandiri

“Kami di legislatif sangat mendukung kegiatan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Kawasan Kintamani adalah aset vital bagi Bangli dan Bali secara umum. Aksi nyata seperti ini harus terus dikawal agar fungsi hutan sebagai daerah tangkapan air tetap terjaga,” tegas I Wayan Artom Krisna.

Sementara itu, I Made Muliawan menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, DPRD, FPRB, dan kelompok tani adalah kunci keberhasilan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Penanaman dilakukan secara simbolis dan dilanjutkan oleh seluruh relawan di sepanjang lereng Gunung Batur. Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi: Pohon Pule: Sebagai ikon kawasan Bukit Pule. Alpukat: Untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pohon Cemara & Ampupu: Untuk penguatan vegetasi hutan pegunungan. Pohon Majegau: Pohon identitas Bali yang bernilai sakral dan konservasi.

Kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi desa-desa lain di wilayah Kintamani untuk aktif melakukan pemulihan lahan kritis demi menjaga keasrian lingkungan di kaki Gunung Batur. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI