Hilang Seminggu, Pekak Wayan Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai

Screenshot_2021-12-14-02-50-34-32_7352322957d4404136654ef4adb64504
Petugas gabungan mengevakuasi jenazah Pekak Wayan

Buleleng | barometerbali – Seorang pekak (kakek, red) bernama I Wayan Mirah, 84 tahun, ditemukan tak bernyawa di Tukad (Sungai) Aya, Banjar Dinas Kajanan, Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Senin (13/12).

Kakek yang punya riwayat pikun tersebut sempat hilang sejak enam hari sebelumnya.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, menjelaskan, kakek Ini Wayan Mirah pergi dari rumahnya di Banjar Dinas Kajanan, Desa Bengkala pada hari Rabu, 8 Desember 2021 sekitar pukul 10.00 Wita.

Berita Terkait:  Usai Jalani Hukuman 18 Tahun, WN AS Tommy Schaefer Dideportasi dari Bali

Setelah dilakukan pencarian oleh anak dan aparat desa, serta 25 orang anggota Linmas dan beberapa masyarakat, tidak ditemukan. Hal itu kemudian dilaporkan kepada pihak yang berwajib.


Menurut keterangan anaknya, I Ketut Merdana (51), bapaknya memiliki penyakit pikun. Sebelumnya kakek I Wayan Mirah juga pernah hilang dari rumahnya selama 2 hari, namun kemudian kembali ke rumah.


Iptu Sumarjaya menjelaskan, pada hari Senin tanggal 13 Desember 2021 pukul 09.00 wita, salah satu anggota Linmas Desa Bengkala, Ketut Suwardana, pada saat sedang ada di Tukad Aye menemukan sesosok mayat dengan ciri-ciri, tinggi 160 cm, warna kulit sawo matang, rambut sosoh dan sudah ubanan, bodi kurus, menggunakan celana pendek warna hitam dan tidak mempergunakan baju.

Berita Terkait:  Bentuk Kepedulian Wabup Tjok Surya Bersama BPBD Bantu Korban Kebakaran di Desa Gunaksa

Dengan ciri-ciri tersebut, diketahui bahwa korban adalah I Wayan Mirah, sehingga segera anggota Linmas memberitahukannya kepada pihak yang berwajib dan meminta bantuan kepada pihak BPBD Kabupaten Buleleng untuk dapat mengevakuasi korban. Selanjutnya dengan menggunakan mobil jenazah dari PMI korban dibawa ke rumah duka.

Menurut Iptu Sumarjaya, pihak keluarga menerima keadaan korban dan menolak untuk dilakukan pemeriksaan medis maupun otopsi karena menyadari kematian korban karena musibah yang sebelumnya korban mengalami ngangguan kesehatan yaitu menderita penyakit pikun (demensia).

Berita Terkait:  Pemkab Tabanan Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Kediri


“Namun demikian terhadap kasus ini tetap dilakukan penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Kubutambahan,” pungkas Kasi Humas. (BB/507)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI