Hingga Juli, Tercatat 43 Gangguan Listrik di Bali Akibat Layangan

Screenshot_20250730_205301_InCollage - Collage Maker
PLN terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk ke komunitas pecinta layang-layang, sekolah, dan perangkat desa (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bermain layang-layang dengan aman dan bertanggung jawab, guna menjaga keandalan pasokan listrik. Imbauan ini ditujukan kepada Rare Angon tidak kepada hanya anak-anak, tetapi juga kepada para orang dewasa yang memiliki hobi melayangan.

Sepanjang Januari hingga Juli 2025, tercatat 43 kali gangguan listrik di Bali yang disebabkan oleh layang-layang yang tersangkut jaringan listrik. Angka ini meningkat dibandingkan total gangguan sepanjang tahun 2024 yang mencapai 41 kali.

Berita Terkait:  PLN Pasok Daya 865 kVA untuk Fasilitas Pengolahan Air Nusa Dua, Perkuat Layanan Air Bersih dan Lingkungan Kawasan Pariwisata

General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menegaskan bahwa gangguan akibat layang-layang bukan hanya mengganggu pelayanan listrik, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan jiwa. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjaga diri dari bahaya listrik, tetapi juga ikut menjaga pasokan listrik agar tetap aman dan andal. Budaya melayangan penting, namun keselamatan lebih utama,” ujarnya di Denpasar, Senin (28/7).

PLN mengimbau masyarakat untuk memperhatikan tiga aspek utama dalam bermain layang-layang yakni bermain di area yang jauh dari jaringan listrik PLN, menghindari penggunaan benang berbahan logam atau benang gelasan yang dapat menghantarkan Listrik, tidak menginapkan layangan, karena berpotensi tersangkut dan menimbulkan korsleting pada jaringan.

Berita Terkait:  Pohon Tumbang Timpa Dua Mobil di Depan SPBU Bandara Ngurah Rai

Gangguan listrik akibat layang-layang tidak hanya menyebabkan listrik padam di rumah-rumah, namun juga mengganggu layanan vital seperti rumah sakit, sekolah, dan fasilitas publik lainnya. Bahkan, dalam kondisi tertentu, kabel listrik yang terganggu dapat menyebabkan kecelakaan serius akibat sengatan listrik.

“Bali memiliki tradisi melayangan yang mengakar kuat. Tapi kami mengajak semua pihak—baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa—untuk melestarikan budaya ini dengan cara yang aman. Mari kita jaga bersama keselamatan dan keberlangsungan layanan listrik di Pulau Dewata,” tambah Eric.

Berita Terkait:  Hadirkan Listrik Andal, PLN Dukung Suksesi Djakarta Warehouse Project 2025 di Bali

PLN terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk ke komunitas pecinta layang-layang, sekolah, dan perangkat desa, untuk memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keselamatan dalam aktivitas budaya.

Melalui kolaborasi yang erat antara PLN, masyarakat, dan pemangku kepentingan lokal, diharapkan budaya melayangan tetap lestari tanpa harus mengorbankan keselamatan dan keandalan listrik bagi seluruh masyarakat Bali. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI