Ini Alasan Kenapa Check-In Hotel Jam 3 Sore, Bukan Jam 11 Siang Seperti Dulu

BHOT NOV F 1
Pengunjung hotel saat sedang check-in, dan dilayani resepsionis. (barometerbali/dok.Freepik)

Barometer Bali | Denpasar – Apakah kamu pernah mengalami kejadian seperti ini? Datang ke hotel sekitar jam 12 siang, lelah habis perjalanan jauh, pengen rebahan sebentar sebelum rapat atau lanjut jalan-jalan… eh, ternyata resepsionisnya bilang, “Check-in jam 3 sore ya, Kak.”

Jam Tiga Sore? Tiba-tiba hidup kok terasa lama banget ya?

Padahal ya, sekitar 10 atau 15 tahun lalu, hotel di Indonesia banyak yang kasih check-in jam 11 siang, atau paling lambat jam 1 siang.

Sekarang, hampir semua kompak check-in jam 15.00, check-out jam 12.00.

Sempat mikir juga, “Apakah ini strategi supaya tamu gak terlalu lama di kamar? Atau trik biar hotel bisa ngejar waktu bersih-bersih lebih lama?”

Ternyata jawabannya gak sesederhana itu. Ada alasan logis di balik “jam 3 sore” ini dan sebagian besar ada kaitannya dengan efisiensi operasional, tren global, dan standar industri perhotelan yang berubah.

Kenapa Check-in Hotel Sekarang Jam 3 Sore?

Oke, mari kita bedah satu-satu alasan di balik jam sakral itu.

Ini hasil pencarian informasinya.

1. Waktu Pembersihan Kamar (Housekeeping Window)

Ini alasan paling umum dan paling logis.

Setiap hotel punya waktu buffer antara tamu check-out dan tamu berikutnya masuk.

Biasanya tamu check-out maksimal jam 12 siang.

Nah, setelah itu tim housekeeping butuh waktu untuk bersih-bersih kamar, seperti mengganti seprai, mencuci handuk, membersihkan kamar mandi, vacuum lantai, dan memastikan semuanya wangi serta steril.

Untuk hotel kecil, proses ini bisa selesai 20–30 menit per kamar.

Tapi di hotel besar dengan ratusan kamar dan tingkat hunian tinggi, prosesnya bisa makan waktu 2–3 jam sebelum semua kamar siap digunakan lagi.

Makanya, jam 3 sore jadi waktu ideal agar semua kamar bisa benar-benar siap tanpa terburu-buru.

2. Standarisasi Global

Jam check-in jam 3 sore bukan cuma terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia.

Kalau kamu ke Singapura, Jepang, Eropa, bahkan Amerika, sebagian besar hotel juga menetapkan check-in antara jam 15.00-16.00.

Kenapa begitu? Karena asosiasi perhotelan internasional (termasuk Hospitality Industry Association) menetapkan global housekeeping standard supaya hotel punya waktu minimal 2–3 jam untuk rotasi kamar dengan aman dan higienis.

Berita Terkait:  14 Hotel Terima Lifetime Achievement Awards THK, Konsisten Terapkan Tri Hita Karana Lebih dari Dua Dekade

Ketika hotel-hotel di Indonesia menerapkan jam yang sama, itu bagian dari penyelarasan standar industri global.

Supaya tamu internasional juga gak bingung dan bisa menyesuaikan ekspektasi.

3. Protokol Kebersihan Pasca-Pandemi

Pandemi COVID-19 bikin industri perhotelan banyak berubah.

Salah satunya, waktu pembersihan kamar jadi lebih panjang.

Kalau dulu cukup diganti seprai dan disemprot pengharum ruangan, sekarang ada proses disinfektan, sanitasi menyeluruh, hingga pemeriksaan kualitas udara.

Beberapa hotel besar bahkan punya checklist sterilisasi yang wajib diisi sebelum kamar dinyatakan siap pakai.

Nah, itu semua makan waktu.

Makanya, jam check-in diundur dari jam 1 siang ke jam 3 sore agar housekeeping punya ruang waktu yang cukup untuk menjaga standar kebersihan tinggi.

4. Sistem Manajemen Reservasi Digital

Di era online booking kayak sekarang, banyak hotel gak cuma melayani tamu walk-in, tapi juga ratusan booking dari berbagai platform seperti Agoda, Tiket.com, Traveloka, dan Booking.com.

Proses sinkronisasi data reservasi, verifikasi pembayaran, dan pembagian kamar (room assignment) itu butuh waktu.

Ya coba saja bayangin, setiap platform punya sistem sendiri dan data tamu masuk bergantian.

Kalau semua datang jam 12 siang hotel bisa chaos.

Dengan check-in jam 3 sore, staf punya waktu buat menyelesaikan data digital dan memastikan kamar yang dijanjikan di platform benar-benar tersedia dan siap.

5. Efisiensi Operasional dan Manajemen Shift

Jam 3 sore juga berhubungan dengan sistem kerja staf hotel.

Shift housekeeping biasanya dimulai jam 7 pagi hingga 3 sore.

Jadi jam 3 sore  itu pas banget di akhir shift.

Kamar sudah dibersihkan, staf sudah siap serah terima dengan resepsionis, dan tamu baru bisa langsung masuk tanpa gangguan.

Kalau check-in dimajukan jadi jam 11 siang, artinya staf harus kerja lembur, jadwal berantakan, dan biaya operasional naik.

Dalam bahasa manajemen hotel, jam 3 sore adalah waktu paling efisien antara “kamar siap” dan “biaya bersih-bersih gak jebol.”

Trus, Kenapa Dulu Bisa Check-In Jam 11 Siang, Sekarang Enggak?

Dulu, sebelum era digital dan OTA (Online Travel Agency), volume tamu hotel gak setinggi sekarang.

Berita Terkait:  Jadi Favorit, Nasi Jinggo: Kuliner Legendaris Bali yang Menggugah Selera

Banyak hotel masih bergantung pada reservasi manual atau corporate booking yang stabil.

Jadi, ruang kosong untuk tamu early check-in itu banyak banget.

Sekarang beda.

Hotel full hampir setiap akhir pekan, dan setiap kamar dirotasi secepat mungkin.

Jadi kalau kamu bisa check-in sebelum jam 3  sore, itu karena kamu beruntung, atau hotelnya sedang gak penuh.

Tapi, masa gak bisa fleksibel sih?

Ya… sebenarnya bisa, tapi tergantung beberapa faktor.

Pertama, tingkat hunian (occupancy rate)

Kalau hotel sedang sepi, biasanya mereka bolehin early check-in gratis.

Tapi kalau penuh, ya kamu harus sabar nunggu kamar dibersihkan.

Kedua, jenis kamar

Kalau kamu pesan kamar kategori populer (misalnya deluxe twin), kemungkinan besar kamar itu dipakai banyak orang, jadi butuh waktu lama sampai ready lagi.

Ketiga, kebijakan hotel

Beberapa hotel punya opsi early check-in berbayar, biasanya 30%–50% dari tarif harian.

Ada juga sih yang kasih gratis kalau kamu anggota loyalti mereka.

Terakhir, tingkat “negosiasi” kamu

Kadang, kalau kamu datang dengan sopan, senyum, dan bilang “Saya baru landing dari luar kota, boleh check-in lebih awal gak, Kak?”

Kalau beruntung, resepsionis bisa bantu. Serius! Sikap ramah bisa jadi early check-in pass.

Tips Biar Gak Bosan Nunggu Check-In Jam 3 Sore

Karena hampir semua hotel sekarang kompak menetapkan jam check-in mulai pukul 3 sore, mau gak mau kita mesti sedikit adaptif dong.

Gak usah bete duluan.

Waktu menunggu sebenarnya bisa jadi bagian seru dari perjalanan, asal tahu cara menikmatinya.

Nih, beberapa tips biar 1-3 jam menunggu terasa santai, bahkan produktif!

1. Titip Koper, Lanjut Keliling Dulu

Jangan khawatir soal bawaan.

Hampir semua hotel punya luggage room atau penitipan koper yang aman, bahkan sebelum kamu check-in.

Jadi, taruh aja koper di sana, lalu keluar sejenak.

Kamu bisa cari makan siang di sekitar hotel, mampir ke minimarket beli camilan, atau sekadar jalan-jalan ringan sambil mengenal area sekitar.

Kadang, justru dari situ kamu nemu kafe lucu, toko roti legendaris, atau spot foto yang gak pernah muncul di Google Maps.

Berita Terkait:  Desa Wisata hingga Keselamatan Berwisata Jadi Program Flagship Kemenpar 2026

2. Gunakan Fasilitas Hotel Sebelum Check-In

Beberapa hotel memperbolehkan tamu menikmati fasilitasnya meski kamar belum siap.

Coba deh tanya dengan sopan, “Boleh gak saya nunggu di kolam renang atau lounge dulu?”

Kebanyakan resepsionis akan memperbolehkan, apalagi kalau kamu sudah punya bukti booking.

Sambil nunggu kamar siap, kamu bisa berenang sebentar, ngegym ringan, atau nongkrong di lobby lounge yang adem dan ber-AC.

Kadang malah dapat welcome drink gratis, loh!

3. Minta Early Check-In Saat Booking

Kalau kamu sudah tahu bakal datang lebih cepat, tulis aja permintaan early check-in di kolom catatan saat pesan hotel.

Banyak hotel yang akan menyesuaikan kalau tahu lebih awal, apalagi kalau kamu tamu loyal atau sering menginap di jaringan yang sama.

Triknya, konfirmasi lagi lewat email atau chat sehari sebelum kedatangan.

Satu pesan sopan terkadang bisa jadi tiket buat rebahan lebih cepat.

4. Pilih Hotel dengan Fleksibilitas Tinggi

Sekarang makin banyak hotel yang menawarkan sistem check-in fleksibel.

Ada yang boleh mulai jam 12 siang, ada juga yang sistem sewa per jam, seperti Bobobox, OYO, atau CityHub.

Kalau kamu tipe traveler yang sering landing pagi, pilih hotel semacam ini.

Harganya bisa lebih terjangkau dan kamu gak perlu bengong di lobi berjam-jam.

5. Manfaatkan Lobi Hotel

Lobi hotel zaman sekarang udah kayak mini coworking space.

Ada Wi-Fi cepat, colokan di mana-mana, kopi dan air mineral gratis, bahkan sofa empuk yang menggoda buat rebahan halus.

Gunakan waktu menunggu buat buka laptop, kirim email, update story, atau sekadar membaca buku sambil menyeruput kopi.

Tiga jam menunggu akan terasa singkat kalau kamu menikmatinya.

Kalau kamu mau lebih santai, manfaatkan late check-out juga.

Beberapa hotel kasih waktu tambahan gratis sampai jam 1 atau 2 siang kalau kamu minta baik-baik (dan kalau kamar berikutnya belum ada tamu).

Triknya sama juga, ngomong dengan sopan dan datang langsung ke resepsionis, bukan lewat telepon.

Kalau butuh waktu lebih lama, kamu bisa juga bayar setengah hari, biasanya jauh lebih murah daripada pesan semalam penuh. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI