Inovatif, Pemkab Bojonegoro Kurangi Sampah Organik dengan Cara Budidaya Maggot

Foto: Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) atau larva lalat tentara hitam yang punya prospek ekonomi cukup menjanjikan. (BB/Redho)

Bojonegoro | barometerbali – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Lingkungan Hidup terus berinovasi mengatasi sampah secara signifikan. Salah satunya dengan budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) atau larva lalat tentara hitam yang punya prospek ekonomi cukup menjanjikan.

Berbeda dari lalat biasa, serangga ini ternyata mampu mengurai sampah organik. Bahkan, maggot yang telah menjadi bangkai lalat BSF juga bisa menjadi pakan ternak berprotein tinggi.

Lokasi budi daya maggot berada di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjarsari. Di bagian tempat pemrosesan sampah organik, ada kandang maggot dengan kerangka kayu dan kelambu hijau. Tempat ternak ini berfungsi sebagai tempat BSF kawin dan memproduksi telur hingga penetasan. Di dalamnya diletakkan daun pisang kering agar lalat mau bertelur.

Berita Terkait:  Pansus TRAP Tegaskan Komitmen Lindungi Kawasan WBD Subak Jatiluwih dan Sejahterakan Petani

Iqbal, salah satu narasumber pembudidaya Maggot BSF dari DLH Kabupaten Bojonegoro menerangkan prosesnya. Maggot BSF sendiri merupakan larva atau belatung yang berasal dari telur serangga lalat yang bernama Black Soldier Fly (BSF). Lalat yang identik dengan serangga kotor ini seakan sirna dengan adanya Lalat BSF. Sebab, ia bertugas sebagai pengurai sampah organik yang sangat baik. Sehingga sampah organik tidak menimbulkan bau dan dapat mengurangi pencemaran udara. Jenis serangga ini pun bersifat patogen. Artinya, tidak membawa penyakit dan aman untuk manusia.

Berita Terkait:  Enam Terduga Pelaku Pencurian Babak Belur Dihajar Massa

“Serangga ini tidak menyebabkan penyakit dan aman untuk manusia. Maggot BSF hanya mengurai sampah organik baik dari jenis hewan dan tumbuhan dan tidak mau menggigit manusia,” jelasnya.

Ada manfaat lainnya dalam berbudidaya Maggot BSF. Yaitu sebagai pakan ternak dengan protein tinggi. Tentu manfaat ini bernilai ekonomis. Maggot BSF memiliki salah satu sumber protein hewani tinggi karena mengandung kisaran protein 30 hingga 45 persen yang sangat baik untuk pakan ternak. Sementara Kasgot (bekas maggot) dapat digunakan sebagai pupuk organik yang sangat bagus untuk membantu menutrisi dan menyuburkan tanah.

Berita Terkait:  Perbaikan Tower dan Jaringan Transmisi Rampung, Sistem Kelistrikan Aceh yang Tadinya Terisolasi Kini Kembali Terhubung, PLN Masuki Tahap Pengoperasian Pembangkit

Berdasarkan data pencatatan sampah organik yang terkelola oleh Maggot BSF, per Desember 2022 hingga Januari 2023, total sampah yang terkelola sebanyak 30 kg dari 15 gram maggot.

Reporter: Redho

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI