Barometer Bali | Denpasar – Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) kembali menunjukkan kualitas akademiknya di tahun 2025. Sebanyak 17 proposal riset dan pengabdian masyarakat karya dosen INSTIKI berhasil meraih pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), per 23 Mei 2025.
Dari jumlah tersebut, 14 judul masuk dalam kategori penelitian, tersebar dalam skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR), Penelitian Dosen Pemula (PDP), dan Penelitian Terapan-Lintas Model (PT-LM). Sementara 3 judul lainnya merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), yang bertujuan memberikan solusi konkret berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap persoalan sosial.
Putu Wirayudi Aditama, S.Kom., M.Kom., Direktur Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi INSTIKI, mengapresiasi capaian ini sebagai bukti keseriusan civitas akademika INSTIKI dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Ini bentuk nyata komitmen kami dalam menjaga mutu riset dan pengabdian yang relevan dengan tantangan zaman. Semoga hasil-hasilnya memberi dampak positif langsung ke masyarakat,” jelas Putu Wirayudi.
INSTIKI, yang dikenal sebagai kampus unggulan di bidang IT, bisnis, dan desain di Bali dan Nusa Tenggara, terus mendorong dosen untuk aktif berkarya melalui riset dan pengabdian. Selain memperkuat kompetensi akademik, langkah ini diharapkan menjadi jembatan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat. (red)











