International Art Exhibition “Surya Segara Rupa”, Angkat Tema Laut

Foto: Suasana jumpa pers pameran International Art Exhibition “Surya Segara Rupa”, diprakarsai Prodi Seni Murni ISI Denpasar, di Santrian Gallery, Sanur, Bali, Kamis (16/11/2023). (Sumber: Ngurah Dibia)

Sanur | barometerbali – Program Studi Seni Murni Institut Seni Indonesia Denpasar, menggelar pameran seni rupa internasional bertema, “Surya Segara Rupa”, di Santrian Gallery, Sanur, Bali, dibuka dari 17 November hingga 31 Desember 2023 mendatang.

“Tema pameran ini memiliki arti yang signifikan dan berkaitan dengan latar belakang tema besar yang dirancang Pemerintah Provinsi Bali yang tertuang dalam Pesta Kesenian Bali tahun 2023,” jelas Koordinator Pameran I Made Ruta, didampingi akademisi dan perupa I Wayan Sujana ‘Suklu’, Perupa Ubud Wayan Karja, dan Manajer Santrian Galery, Dollar Astawa, saat konferensi pers di Santrian Gallery, Sanur, Kamis, (16/11/2023).

Berita Terkait:  Longsor Tutup Jalan Kabupaten Andonosari–Janjangwulung, Akses Sempat Terganggu

Ruta menjelaskan kata “Surya” mengacu kepada kata dalam bahasa Sansekerta dan lumrah dalam Bahasa Bali untuk menyebut matahari. Berbagai budaya di dunia menempatkan matahari dianggap sebagai simbol kehidupan, kehangatan, dan energi.

“Matahari juga memiliki peran penting dalam mitologi, religius, ikonografi, dan kepercayaan banyak masyarakat etnis di dunia. Kata ‘Segara’ dalam bahasa Indonesia adalah padanan dari kata ‘laut’ atau ‘samudra’ dalam bahasa Inggris ‘sea’ atau ‘ocean’. Laut atau samudra seringkali dikaitkan dengan keberlanjutan, keberlimpahan, serta kemisteriusan, dan keindahan alam yang tidak terbatas,” tutur Dosen Seni Rupa dan Desain di ISI Denpasar ini.

Di Bali imbuhnya, dikenal dengan istilah segara tanpa tepi. Kata “Rupa” dapat diterjemahkan sebagai “bentuk” atau “wujud.”

Berita Terkait:  Usai Jalani Hukuman 18 Tahun, WN AS Tommy Schaefer Dideportasi dari Bali

Lebih lanjut dijelaskan, pameran ini melibatkan 34 orang seniman yang terdiri atas 23 orang seniman dari ISI Denpasar, lima orang seniman nasional, dan enam orang seniman internasional.

Eksplorasi kreatif dalam wujud visual yang disuguhkan pada setiap karya berupaya mendorong perupa untuk menggali berbagai ide, gagasan, teknik, dan bahan dalam menginterpretasikan matahari, laut, dan bentuk estetis pada karya seni rupa.

“Pameran ini menyampaikan pesan-pesan penting tentang pelestarian sumber daya alam dan penghormatan kepada matahari dan laut terkait kesadaran ekosistem, kehidupan, ritual, dan spiritualitas,” tutup Ruta.

Di sisi lain, disinggung soal penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam seni rupa Bali, Akademisi Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar I Wayan Sujana ‘Suklu’ usai konferensi pers mengungkap teknologi AI bukanlah sebuah ancaman.

Berita Terkait:  Koster Serahkan Seragam Pecalang di Desa Adat Buleleng, Tegaskan Peran Strategis Desa Adat

“AI ini justru menjadi tools yang kuat untuk kita bisa di dunia virtual atau digital bisa lebih global karena di situ ruang bebasnya sangat luas,” cetusnya.

Seni rupa yang berakar budaya Bali dalam pandangan Suklu dapat bertahan di tengah gempuran teknologi AI. Menurutnya, tradisi Bali selama ini sudah terbukti kuat di tengah gempuran kebudayaan global, kapital, dan masyarakat urban.

“Konsep tradisi Bali, tetap berjalan di tengah gempuran global, kapital, dan masyarakat urban meskipun dilakukan dengan cara yang berbeda. Ia menilai kearifan lokal Bali yang dituangkan dalam seni rupa tidak akan mudah ditiru oleh AI,” tutup Suklu.

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI