Barometer Bali | Klungkung – Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Ny. Eva Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri puncak perayaan Abhiseka Ida Dalem Smara Putra XVI Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Klungkung Heritage Festival di Pelataran Pemedal Agung Kertagosa Klungkung, Sabtu (10/10).
Kegiatan yang dihelat dalam rangka pelestarian budaya tradisional khas Puri Agung Klungkung ini diawali dengan prosesi kirab dari Puri Agung Klungkung menuju Kertagosa. Dalam prosesi tersebut, Raja Klungkung XII Ida Dalem Smara Putra bersama permaisuri ditandu menuju Monumen Puputan Klungkung untuk menyaksikan parade budaya sebelum akhirnya dilanjutkan menuj pelataran Pemedal Agung Kertagosa.
Bupati Klungkung I Made Satria dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga besar puri yang secara konsisten melaksanakan kegiatan ini. Menurutnya, acara ini merupakan wujud penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus upaya menjaga kelanjutan tradisi budaya Bali.
“Klungkung memiliki kedudukan penting dalam perjalanan sejarah dan peradaban Bali sebagai salah satu pusat kerajaan pada masa lampau. Puri Agung Klungkung bukan hanya sekadar peninggalan sejarah, melainkan juga simbol perjalanan peradaban kepemimpinan, kearifan lokal, dan nilai-nilai luhur,” ujar Bupati Satria.
Ia menambahkan, pelestarian budaya tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap, perilaku, penghormatan terhadap adat, serta kecintaan terhadap identitas dan jati diri masyarakat Bali. Bupati Satria berharap perayaan ini dapat memperkuat hubungan antar-generasi dan menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.
Sementara itu, Raja Klungkung XII Ida Dalem Smara Putra menjelaskan, perayaan abhiseka ini digelar untuk menunjukkan komitmen Puri Agung Klungkung dalam melestarikan adat dan istiadat di tengah tantangan zaman modern serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Walaupun tantangan pelestarian di era modern sangat berat, kami akan terus berupaya agar adat dan budaya ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi tetap hidup dan dilaksanakan. Di samping itu, peringatan ini juga bertujuan untuk memajukan sektor pariwisata di Kabupaten Klungkung agar semakin dikenal di seluruh nusantara dan lebih bergairah,” ungkap Ida Dalem Smara Putra.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung atas dukungannya terhadap pelestarian adat dan budaya. Kehadiran para raja dan sultan dari berbagai organisasi dalam kesempatan ini, lanjutnya, menjadi simbol kuat semangat Bhinneka Tunggal Ika.
“Meskipun kita berbeda cara dan metode dalam melestarikan adat dan budaya, tujuan kita tetap satu, yaitu menjaga persatuan. Jangan kita besar-besarkan perbedaan, tetapi mari kita besar-besarkan persamaan,” pungkasnya.
Puncak perayaan ini turut dihadiri oleh para raja dan sultan nusantara, penglingsir dan pasemetonan puri se-Bali, Staf Khusus Menteri Kebudayaan RI, Danrem 163/Wirasatya, jajaran Forkopimda Kabupaten Klungkung, serta undangan terkait lainnya. (rah/red)











