Barometer Bali | Denpasar – Bekerja ke luar negeri dengan gaji besar kini menjadi impian banyak generasi muda Bali. Namun, di balik gemerlap harapan itu, tak sedikit yang terjebak dalam praktik penipuan oleh oknum makelar ilegal.
Direktur Queen International Hospitality Management Campus, I Putu Antoni Sukmajaya, mengingatkan agar anak muda tidak mudah percaya dengan janji manis pihak yang tidak resmi.
“Pastikan melamar lewat agen penyalur resmi yang memiliki izin pemerintah. Semua proses rekrutmen berada dalam pengawasan BP2MI dan BP3MI,” ungkapnya, di kampus Queen International Denpasar, Jl Gatot Subroto Timur no. 760 Denpasar Timur, Jumat (16/5/2025).
Putu Antoni menjelaskan, penempatan ke kapal pesiar harus dilakukan melalui perusahaan yang memiliki SIUPAL, sedangkan pekerjaan di darat harus melalui P3MI. Selain itu, calon tenaga kerja juga wajib memiliki kompetensi kerja dan portofolio yang sesuai dengan bidang yang diminati.
“Jangan asal berangkat. Bekali diri dengan pelatihan dari lembaga resmi seperti LPKS yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja atau kursus yang diakui Disdikpora dan DPMPTSP,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa lembaga pelatihan atau sekolah vokasi hanya bertugas untuk memberikan pelatihan. Penempatan kerja tetap menjadi kewenangan agen penyalur resmi. Edukasi ini penting agar anak muda tidak mudah tertipu.
Sebagai lembaga pelatihan terkemuka di Bali, Queen International berkomitmen mengembangkan kompetensi teknis (hard skill) dan keterampilan pribadi (soft skill) para calon tenaga kerja. Salah satu upayanya adalah melalui talkshow “Learn From The Expert: How To Be A Great Marketer And An Excellent Entrepreneur In Hospitality Industry” yang digelar di kampus Queen International, Denpasar.
Talkshow tersebut menghadirkan Deddy Suryawan, Manager LS Starbucks di kapal pesiar Royal Caribbean, sebagai pembicara. Deddy adalah putra Bali yang sukses meniti karier dari bawah hingga menduduki posisi strategis di kapal pesiar mewah.
Menurut Deddy, keberhasilan di industri kapal pesiar sangat bergantung pada attitude. “Pengetahuan saja tidak cukup. Yang paling penting adalah sikap kerja, etika, disiplin, dan kemampuan berinteraksi,” jelasnya.
Cerita sukses seperti Deddy menjadi inspirasi sekaligus pengingat: kerja ke luar negeri bukan soal mimpi, tapi persiapan matang dan jalur resmi. (rah)











