Jelang Imlek, Ekspor Manggis Bali ke Tiongkok Meningkat Signifikan

InCollage_20260210_213532824_jVTKGDM80D
Foto: Jelang Imlek 2026 yang bertepatan jatuh pada tanggal 17 Februari mendatang, permintaan manggis dari Bali ke Tiongkok meningkat. (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Jelang Imlek 2026 yang bertepatan jatuh pada tanggal 17 Februari mendatang, permintaan manggis dari Bali ke Tiongkok meningkat. Badan Karantina Indonesia melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Bali menyertifikasi 79,5 ton manggis selama kurun waktu 1 Januari-9 Februari 2026 atau meningkat 700% dibandingkan Desember 2025.

Hal demikian karena komoditas tersebut populer di kalangan masyarakat Tiongkok saat Imlek, terutama karena nilai simbolisnya yang melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan kesehatan. Selain itu, warna dan rasanya dianggap cocok sebagai persembahan maupun sajian istimewa saat perayaan.

Berita Terkait:  Panorama Indah! Rekomendasi 6 Destinasi Lokasi Terbaik untuk Menikah di Bali

Kepala Karantina Bali Heri Yuwono dalam siaran pers di Denpasar, Selasa (10/02), mengatakan, “Ekspor manggis ini merupakan salah satu langkah nyata Badan Karantina Indonesia dalam membuka pasar global bagi komoditas unggulan Indonesia. Penanganan yang sesuai dengan protokol ekspor manggis ke Tiongkok dan menjamin ketertelusuran, sehingga produk pertanian Indonesia dapat bersaing di pasar global.”

Petugas Karantina Bali memastikan kesehatan manggis sesuai persyaratan negara tujuan. Persyaratan teknis sesuai protokol ekspor yang sudah disepakati kedua negara di antaranya bebas kutu putih, lalat buah, kutu tempurung, dan siput.

Berita Terkait:  Di Balik Sorotan Sampah Pantai, Bali Tak Tinggal Diam

Langkah tersebut, Heri menjelaskan, sesuai arahan Kepala Barantin Sahat M. Panggabean untuk mendorong program Go Ekspor, mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan ekspor komoditas pertanian dan perikanan serta berkelanjutan.

“Program Go Ekspor ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, melanjutkan industrialisasi untuk penambahan nilai tambah ekonomi,” jelasnya.

Berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), pada periode tersebut, Karantina Bali telah menyertifikasi ekspor manggis sebanyak 42 kali dengan volume 79,5 ton dan nilai ekspor sebesar 2,6 miliar rupiah. Sedangkan bulan Desember 2025 sebanyak 1 kali sertifikasi dengan volume 9,7 ton.

Berita Terkait:  BRI BO Ubud Toreh Prestasi Gemilang di Bawah Kepemimpinan Ony Wijayanto

Volume ekspor tahun ini menurun dibandingkan data periode yang sama pada tahun sebelumnya mencapai 131 kali dengan volume 356,5 ton. Beberapa hal yang menyebabkan penurunan volume ekspor manggis, antara lain produktivitas manggis menurun akibat perubahan musim dan cuaca yang ekstrem, sehingga banyak bunga manggis yang berguguran. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI