Mahasiswa/mahasiswi Program Studi Str (Sarjana Terapan) Gizi dan Dietetika di Bidang Gizi Institusi Politeknik Kesehatan Denpasar di Lapastik Kelas IIA Bangli, Kamis (6/4/2023). (BB/Kumham/Skd)
Bangli | barometerbali – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (Lapastik) Kelas IIA Bangli menerima kunjungan lapangan dari dosen dan mahasiswa/mahasiswi Program Studi Str (Sarjana Terapan) Gizi dan Dietetika di Bidang Gizi Institusi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Denpasar pada Kamis (6/4) di Lapastik Kelas IIA Bangli. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Bangli, Agus Pritiatno beserta seluruh jajaran.
Agus Pritiatno menyampaikan ucapan selamat datang di Lapas Narkotika Bangli dan mempersilahkan dosen maupun mahasiswa/mahasiswi untuk meninjau seluruh layanan yang disediakan termasuk pada penyelenggaraan makanan.
“Masukan bagi kami apabila Ibu Dosen maupun mahasiswa menemukan sesuatu yang dirasa kurang khususnya dalam pemenuhan gizi makanan Warga Binaan,” ucapnya.
Lebih lanjut Agus Pritiatno menyampaikan bahwa standar penyelenggaraan makanan merupakan standarisasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sesuai yang direkomendasikan oleh Ahli Gizi yang telah ditentukan. Agus Pritiatno juga berharap dengan kegiatan ini, para mahasiswa/mahasiswi dapat menjadi corong informasi bagi masyarakat luar untuk mengubah stigma lapas dari seram menjadi menyenangkan.
Ida Ayu Eka Padmiari, mewakili dosen pembimbing mengucapkan terima kasih atas kesediaan Lapas Narkotika Bangli menerima dirinya dan para mahasiswa/mahasiswi dalam rangka memenuhi pencapaian kompetensi khususnya pada mata kuliah Sistem Penyelenggaraan Makanan Institusi (SPMI). Selanjutnya rombongan langsung meninjau layanan yang ada di Lapas termasuk program-program pembinaan yang ada di Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli. Poltekkes Denpasar menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas penyelenggaran layanan yang telah dilaksanakan.
“Setelah kami diberikan kesempatan untuk meninjau seluruh layanan, pandangan kami dari yang awalnya mengira lapas itu mengerikan, jorok, dan kotor namun nyatanya berbanding terbalik 180 derajat. Kami bangga di Bali ini kami punya Lapas yang luar biasa dan semoga kunjungan kami ini dapat menambah semangat bagi Lapas Narkotika Bangli,” pungkas Ayu Eka. (BB/501)











