Kampung Rangga Watu Siap Luncurkan Wisata Budaya, Dikelola oleh Warga Lokal

IMG_20250816_101328
Sanggar Embong Kampung Rangga Watu (barometerbali/istimewa)

Barometer Bali | Labuan Bajo – Kampung Rangga Watu yang terletak tak jauh dari jantung kota Labuan Bajo, di Desa Golo Desat, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, akan mulai mengembangkan potensi wisata budaya berbasis kearifan lokal.

Dengan kekayaan tradisi yang masih terjaga, kampung Rangga Watu ini dinilai memiliki daya tarik budaya yang dapat dikemas menjadi atraksi wisata edukatif sekaligus pelestarian warisan leluhur.

Pengembangan wisata ini digagas oleh masyarakat setempat melalui Sanggar Embong Lino, sebuah komunitas budaya yang telah aktif sejak tahun 2016.

Ketua Sanggar, Daniel Din, mengatakan bahwa paket wisata yang dikembangkan di kampung Rangga Watu tersebut akan mengacu pada lima filosofi kehidupan orang Manggarai, yaitu Pa’ang, Gendang, Compang, Wae Teku, dan Uma Duat (Lingko).

Berita Terkait:  Diterpa Isu Negatif, Pariwisata Bali Tetap Kokoh, Wisman Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

“Lima komponen ini adalah dasar kehidupan masyarakat Manggarai dan semuanya masih ada serta hidup di Kampung Rangga Watu. Inilah yang menjadi kekuatan utama kami dalam mengembangkan wisata budaya,” kata Daniel melalui pesan tertulis, pada Jumat (15/8/2025).

Daniel juga menjelaskan, bahwa pengembangan wisata ini bertujuan untuk mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda, sekaligus memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat.

Berita Terkait:  Kolaborasi Strategis Toya Vyavastha–RockAway Kintamani Perkuat Hospitality Berbasis Pengalaman di Kintamani

“Melalui wisata budaya, kami ingin agar anak-anak muda tidak melupakan akar budayanya. Sekaligus, ini menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata,” tambahnya.

Sanggar Embong Lino yang merupakan penggerak utama inisiatif ini, beranggotakan warga lokal yang selama ini aktif dalam kegiatan budaya di wilayah Manggarai.

Daniel juga menyampaikan, bahwa sejak terbentuk, sanggar ini konsisten menghidupkan berbagai seni tradisional, seperti tarian, musik, hingga ritual adat.

Sebagai langkah awal, pembukaan resmi Sanggar Embong Lino akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke – 80 tahun.

Berita Terkait:  8 Objek Wisata Terbaik di Bali yang Paling Disukai Anak-anak, Cocok untuk Liburan Bersama Keluarga

Acara ini akan menjadi momentum peluncuran paket wisata budaya Kampung Rangga Watu.

Daniel berharap, pengembangan wisata ini dapat didukung oleh semua pihak, termasuk pemerintah daerah, komunitas lokal, hingga pelaku industri pariwisata.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi dan dukungan dari semua pihak agar wisata budaya ini bisa berkembang dengan baik dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan pendekatan berbasis budaya dan keterlibatan aktif masyarakat, Kampung Rangga Watu berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. ***

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI