Kasus DBD Masih Mengintai, Dinkes Tabanan Gencarkan Gertak PSN Mingguan

InCollage_20260413_211303556_XpEcZoT73B
Foto: Pelaksanaan kegiatan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) Mingguan dengan melakukan pemeriksaan jentik dan pembersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Tabanan. (barometerbali/tmc/rah)

Barometer Bali | Singasana – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tabanan masih menjadi perhatian serius. Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan pun mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan melalui Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) Mingguan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan Ida Bagus Surya Wira Andi mengatakan, tren kasus DBD dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan.

“Dalam tujuh tahun terakhir, kasus DBD di Tabanan cenderung naik turun. Bahkan pada tahun 2024 sempat mencapai 1.569 kasus, sebelum menurun menjadi 664 kasus di tahun 2025,” ujarnya.

Berita Terkait:  Pemerintah Kabupaten Klungkung Sosialisasikan Pencairan Dana Hibah 2026 Senilai Rp 97,8 Miliar

Sementara itu, hingga tahun 2026, tercatat sebanyak 44 kasus yang tersebar di seluruh kecamatan di Tabanan. Kecamatan Kerambitan menjadi wilayah dengan kasus tertinggi sebanyak 9 kasus, disusul Selemadeg 7 kasus, serta Tabanan dan Kediri masing-masing 6 kasus.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa potensi penularan DBD masih ada dan membutuhkan upaya pencegahan yang konsisten dari seluruh lapisan masyarakat.

DBD sendiri merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di tempat-tempat penampungan air bersih di sekitar rumah. Penyakit ini dapat menyerang semua kelompok umur dan berisiko menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan cepat.

Berita Terkait:  Temu Wicara HAKI di Bali, Sanjaya Terima Sertifikat HAKI Pengakuan “Jineng dan Entil” sebagai HAKI KOMUNAL Ekspresi Budaya Tradisional dan Pengetahuan Tradisional

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa langkah paling efektif dalam mencegah DBD adalah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat melalui gerakan 3M Plus.

“Masyarakat diharapkan rutin menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Ditambah dengan penggunaan pelindung diri dan menjaga kebersihan lingkungan,” jelasnya.

Melalui Gertak PSN Mingguan, masyarakat juga didorong untuk melakukan pemeriksaan jentik nyamuk minimal sekali dalam seminggu serta berperan aktif sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

Berita Terkait:  Transaksi Capai Rp385 Juta! Pemkab Tabanan Apresiasi Dampak Besar Pasar Rakyat PKK Bali

Pihaknya menekankan bahwa keberhasilan pengendalian DBD sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan bebas dari sarang nyamuk.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, serta muncul bintik merah pada kulit.

“Melalui Gertak PSN Mingguan, kami berharap masyarakat semakin sadar dan terlibat aktif dalam pencegahan DBD. Lingkungan bersih, masyarakat sehat, Tabanan bebas DBD,” tutupnya. (tmc/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI