Barometer Bali | Karangasem —
DPD Persatuan Pencak Silat (PPS) Kertha Wisesa Wilayah Bali kembali menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat ke-IX dengan melibatkan sekitar 500 atlet dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. Ajang tahunan ini berlangsung selama tiga hari, 26–28 Desember 2025, bertempat di GOR Gunung Agung, Karangasem.
Kejurda IX PPS Kertha Wisesa mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari usia pemula hingga dewasa, dan memperebutkan sembilan gelar kejuaraan, termasuk predikat Juara Umum I, II, dan III. Seluruh peserta merupakan atlet dari cabang-cabang PPS Kertha Wisesa yang tersebar di seluruh Bali.
Ketua DPD PPS Kertha Wisesa Wilayah Bali, Putu Ari Purnawan, menegaskan bahwa Kejurda ini tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan. Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang pembinaan dan penguatan mental bertanding bagi para atlet sebelum berlaga di level yang lebih tinggi.
“Kami memberikan ruang seluas-luasnya kepada atlet-atlet PPS Kertha Wisesa untuk menimba pengalaman. Mereka perlu sering bertanding agar memiliki jam terbang yang cukup sebelum keluar dan bersaing di event yang lebih besar,” ujar Ari Purnawan.
Terkait target, Ari menyampaikan pihaknya tetap menginginkan capaian prestasi yang maksimal. Baik untuk internal perguruan maupun sebagai kontribusi nyata dalam mencetak atlet Bali yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Selain prestasi internal, tentu kami ingin membantu PB IPSI dalam menciptakan atlet-atlet Bali yang berprestasi. Kami berharap PB IPSI terus memberikan dukungan dan pembinaan kepada atlet-atlet PPS Kertha Wisesa,” jelasnya.
Ari juga menegaskan bahwa Kejurda memiliki tujuan penting dalam melestarikan seni budaya bangsa, khususnya pencak silat tradisi Bali. Menurutnya, PPS Kertha Wisesa merupakan aliran pencak silat seni yang berakar kuat pada tradisi lokal.
“Tujuan dasar Kejurda ini adalah agar seni tradisi pencak silat tetap hidup. Kalau tidak ada kegiatan rutin seperti ini, lambat laun seni tradisi bisa hilang,” tegasnya, seraya mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga kesehatan selama pertandingan.
Kejurda IX PPS Kertha Wisesa secara resmi dibuka oleh Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata. Dalam sambutannya, Bupati menyatakan kebanggaan sekaligus komitmen Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk mendukung penuh pengembangan olahraga pencak silat, terlebih Karangasem dipercaya sebagai tuan rumah.
“Kami sangat bangga, apalagi pencak silat Karangasem sebelumnya berhasil meraih emas dan perak. Pemerintah Karangasem berkomitmen untuk selalu hadir dan mendukung kegiatan seperti ini,” ujar Bupati Parwata.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua KONI Bali, Ketua Umum IPSI Bali, perwakilan DPRD Karangasem, serta perwakilan perguruan pencak silat lainnya seperti PSPS Bakti Negara dan Perisai Diri.
Dewan Penasihat DPC PPS Kertha Wisesa Tabanan, Putu Eka Putra Nurcahyadi, menambahkan bahwa Kejurda menjadi ajang silaturahmi keluarga besar pesilat PPS Kertha Wisesa se-Bali. Selain itu, Kejurda juga berperan penting dalam pembinaan atlet usia dini.
“Kita wajib mempersiapkan atlet sejak SD, SMP, hingga SMA. Kejurda ini menjadi wadah bagi anak-anak membangun prestasi sekaligus membentuk mental, disiplin, dan karakter. Ini sejalan dengan program pembinaan KONI Bali dan IPSI,” paparnya.
Ketua Panitia Kejurda, Wayan Mara, menyampaikan bahwa Kejurda IX PPS Kertha Wisesa diikuti oleh sembilan kontingen kabupaten/kota se-Bali dan memperebutkan medali serta piala bergilir. Ia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses.
“Selain pertandingan, Kejurda ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Perguruan Kertha Wisesa ke-75,” ungkapnya.
Motivasi bagi para atlet juga datang dari Kadek Adi Budiasta, pesilat PPS Kertha Wisesa peraih medali emas Asia Cup Uzbekistan dan emas SEA Games 2022. Ia mengaku bangga menjadi bagian dari perguruan dan mengajak atlet muda untuk tekun serta konsisten dalam berlatih.
“Modal utama menghadapi kompetisi adalah disiplin, patuh aturan, konsisten berlatih, dan jangan lupa berdoa. Itu kunci untuk meraih prestasi,” tandasnya.
Dengan semangat prestasi dan pelestarian budaya, Kejurda IX PPS Kertha Wisesa Bali diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet pencak silat berkarakter, berdaya saing, sekaligus menjaga warisan seni tradisi Bali tetap lestari. (rah)











