Kejutkan Warga, Seekor Duyung Betina Ditemukan di Pantai Desa Perancak

IMG-20250720-WA0012_yoMy19fA8T
Foto: Petugas dari BKSDA Bali melakukan pemeriksaan bangkai Duyung yang terdampar di Pantai Perancak, Jembrana, Sabtu (19/7/2025). (barometerbali/BKSDA/rah)

Barometer Bali | Jembrana – Warga dan tim konservasi di Jembrana dikejutkan oleh penemuan seekor duyung betina berukuran raksasa yang terdampar mati di Pantai Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, pada Sabtu pagi, (19/7/2025). Proses evakuasi mamalia laut dilindungi ini menjadi sorotan, mengingat kondisinya yang memprihatinkan dan dugaan penyebab kematian akibat peradangan parah pada sistem pernapasannya.

Duyung dengan panjang mencapai 2,56 meter dan lebar 1,6 meter ini pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.15 WITA. Laporan cepat dari Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali melalui Resor Jembrana segera ditindaklanjuti. Tim BKSDA Resor Jembrana, yang dipimpin oleh Ahmad Januar, langsung bergerak ke lokasi untuk memverifikasi penemuan ini.

Berita Terkait:  Remaja Putri 13 Tahun Berhasil Dievakuasi Tim SAR dari Bawah Jembatan Tukad Ngongkong

Evakuasi bangkai duyung, yang diketahui berjenis kelamin betina dengan nama latin Dugong dugon, dilakukan secara kolaboratif oleh tim Resor Jembrana dan dokter hewan dari Yayasan Jaringan Satwa Indonesia (JSI) Bali. “Ini memang satwa dilindungi. Ukurannya besar, 2,56 meter, dan perkiraan umurnya masih sekitar 3 tahunan,” jelas Ahmad Januar BKSDA Resor Jembrana, dikonfirmasi, Minggu (20/7/2025).

Berita Terkait:  Alami Hipotermia, Tim SAR Evakuasi Pendaki Gunung Agung

Tim dokter hewan melakukan nekropsi awal untuk mengidentifikasi penyebab kematian. Hasilnya menunjukkan adanya abnormalitas serius pada sistem pernapasan, berupa peradangan dan perubahan warna jaringan. Kondisi ini diduga kuat menjadi faktor utama yang merenggut nyawa duyung muda tersebut. Januar juga menegaskan bahwa tidak ditemukan luka-luka pada tubuh duyung, menepis dugaan perburuan liar.

“Menurut keterangan dokter hewannya, ada gangguan pernapasan yang menyebabkan infeksi. Setelah dibedah, memang ditemukan masalah di pernapasannya,” tambah Januar.
Bangkai duyung tersebut kemudian dikuburkan di lokasi penemuan pada hari yang sama, sekitar pukul 13.30 WITA, disaksikan oleh berbagai pihak terkait.

Berita Terkait:  Selamat Jalan Patih Agung, Prof Wayan Sugita Maestro Drama Gong Bali Berpulang

Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah proaktif dalam pelaporan, identifikasi, dan evakuasi duyung ini. Ia juga mengimbau masyarakat Bali untuk terus berperan aktif melaporkan jika menemukan kejadian serupa atau satwa dilindungi lainnya dalam kondisi tidak normal.

“Kesadaran dan kepedulian masyarakat sangat penting dalam upaya pelestarian mamalia laut yang rentan ini,” ungkapnya. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI