Kembalikan Keharmonisan Alam, Pemkot Denpasar Gelar Pecaruan Panca Kelud, Yamaraja Wraspati Kalpa Agung Pasca Banjir

IMG-20251030-WA0037_Dy6FJYl89i
Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri Karya Pecaruan Panca Kelud, Yamaraja Wraspati Kalpa Agung untuk mengembalikan keharmonisan alam di Kawasan Pasar Badung, Kamis (30/10). (barometerbali/ags/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar menggelar Karya Pecaruan Panca Kelud, Yamaraja Wraspati Kalpa Agung pasca bencana banjir yang melanda wilayah Denpasar sebulan lalu. Upacara yang bertujuan untuk mengembalikan keharmonisan alam dan dipuput Sulinggih Tri Sadaka ini dipusatkan di Kawasan Pasar Badung, Kamis (30/10). Usai pelaksanaan karya, rangkaian dilanjutkan dengan Ngaturang Pakelem di Kawasan Muara Tukad Badung.

Hadir dalam kesempatan tersebut Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Dandim 1611, Kolonel Inf. Putu Tangkas Wiratawan, Forkopimda Kota Denpasar, PHDI Kota Denpasar, Sabha Upadesa, Pimpinan OPD serta undangan lainya. Diiringi gambelan dan kidung, rangkaian upacara berlangsung khidmat, tampak Tari Rejang Dewa dan Topeng Wali turut dipentaskan. Seluruh rangkaian diakhiri dengan persembahyangan bersama dan ngerebeg caru.

Berita Terkait:  Terima Audiensi IPPAT, Bupati Satria Komitmen Percepat Layanan BPHTB dan Optimalisasi PAD

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara mengatakan, upacara besar berupa Panca Kelud, Yama Raja, Pati Kalpa dan Mulang Pekelem digelar Pemerintah Kota Denpasar. Upacara ini bertujuan mengembalikan keharmonisan alam pascabanjir yang menelan korban pada 10 September 2025.

“Setelah mepinunasan (meminta petunjuk kepada orang pintar) bahwa yang harus digelar itu Panca Kelud, Yama Raja, Pati Kalpa, Mulang Pekelem sebagai wujud permohonan maaf atas peristiwa yang terjadi dan mengembalikan keharmonisan alam,” jelasnya.

Berita Terkait:  Luar Biasa! Bupati Sanjaya Antar Tabanan Raih Penyelesaian Tindak Lanjut BPK Tertinggi di Bali 

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, Karya Pecaruan Panca Kelud, Yamaraja Wraspati Kalpa Agung ini digelar Pemkot Denpasar ini dilaksanakan sebagai bentuk harmonisasi wilayah Kota Denpasar pasca bencana banjir. Hal ini untuk mengembalikan keharminisan Kota Denpasar.

Lebih lanjut dikatakan, pelaksanaan upacara ini juga merupakan bentuk permohonan maaf. Sehingga diharapkan tidak terjadi bencana di wilayah Kota Denpasar. Meski demikian, selain upaya niskala, upaya sekala juga terus digenjot. Seperti halnya normalisasi sungai, penananaman sempadan sungai, early warnning system, serta penataan bantaran sungai.

Berita Terkait:  Pj. Sekda Eddy Mulya Pimpin Apel Disiplin, Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Masyarakat Sebagai Resolusi Tahun 2026

“Semoga melalui berbagai upaya yang terus diotimalkan dapat mendukung optimalisasi penanganan kebancanaan, semoga Kota Denpasar senantiasa terbebas dari bencana,” ujar Jaya Negara. (ags/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI