Kenapa Valentine Identik dengan Cokelat? Ini Sejarah dan Maknanya

BB FEB F 21
Ilustrasi cokelat cantik dengan wadah berbentuk hati. (barometerbali/(pexels)

Denpasar | barometerbali – Hari Valentine atau hari kasih sayang sangat identik dengan cokelat.

Biasanya, orang memberikan cokelat untuk teman, kekasih, atau keluarganya.

Ternyata ada sejarah dan makna tersembunyi sehingga makanan manis tersebut menjadi identik dengan hari kasih sayang.

Awalnya, cokelat merupakan barang yang dianggap mewah dan berharga di kalangan elit Bangsa Maya dan Aztec.

Bahkan, biji kakao digunakan untuk membayar pajak yang dipungut penguasa Aztec.

Mengutip situs Smithsonian Magazine, cokelat mulai menyebar ke seluruh Eropa pada awal tahun 1600-an.

Berita Terkait:  Usai Jalani Hukuman 18 Tahun, WN AS Tommy Schaefer Dideportasi dari Bali

Para penjelajah membawa minuman cokelat ke Spanyol, Prancis, dan Inggris.

Pada 1770-an saat Marie Antoniette menikah dengan Louis XVI, ia sampai membawa pembuat cokelat pribadinya ke Versailles.

Namun, saat itu cokelat belum identik dengan Valentine.

Pada abad-abad berikutnya, Valentine berkembang sebagai hari libur yang populer di akhir musim dingin dan awal musim semi di wilayah Eropa.

Lagu, puisi, dan mawar merayakan hati yang dipenuhi cinta, meskipun permen belum termasuk karena gula masih merupakan komoditas berharga di Eropa.

Berita Terkait:  Kesepakatan Damai Pasca Pembakaran Kapal, Nelayan Ngemplakrejo Dilarang Gunakan Trawl dan Bondet

Saat Victoria menjadi Ratu pada 1837. Teknologi telah mengubah Valentine menjadi pesta pora.

Richard Cadbury kemudian memproduksi cokelat dan mencari cara untuk menggunakan mentega kakao murni yang diekstrak agar rasanya menjadi lebih nikmat.

Pada 1861, Cadbury mulai menjual cokelat dengan kemasan kotak berbentuk hati.

Cadbury juga meletakkan gambar cupid dan kuncup mawar dalam kemasannya. 

Cadbury ingin wadah cokelat yang cantik itu bisa bermanfaat apabila sudah habis, salah satunya dijadikan untuk menyimpan kenang-kenangan berharga berupa surat cinta.

Berita Terkait:  Objek Wisata Religi, Pura Bukit Mentik: Tempat Suci Hindu Bali yang Sarat Misteri dan Sejarah

Lambat laun, penjualan cokelat hari Valentine berkembang pesat di Amerika pada pergantian abad.

Milton Hershey mulai melapisi karamel buatannya dengan cokelat sejak 1894 lalu.

Hingga kini, cokelat memiliki makna sebagai ungkapan rasa sayang kepada seseorang saat hari Valentine yang jatuh pada 14 Februari setiap tahunnya.

Bahkan, pemberian cokelat saat hari kasih sayang sudah menjadi tradisi. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI