Kerap Bikin Gaduh, GPS Suruh Roy Suryo Tobat

Kolase foto: Cawapres Gibran Rakabuming Raka (kiri atas), Roy Suryo (kiri bawah) dan Gede Pasek Suardika (kanan). (Sumber: tangkapan layar/kompas.com/kemenpora)

Jakarta | barometerbali – Mantan politisi Partai Demokrat (PD) yang kini Ketua Majelis Agung Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek Suardika yang akrab dipanggil GPS, meminta mantan koleganya di PD dulu Roy Suryo untuk bertobat dan berhenti buat gaduh.

“Sebagai mantan kolega dulu di PD, Saya sarankan sebaiknya Roy Suryo bertobat dan berhenti membuat gaduh dengan narasi konspiratif yang dilakukan terkait Debat Pilpres,” cetus GPS kepada media massa di Jakarta, Kamis (28/12/2023).

Berita Terkait:  Di Lahan Milik Pemprov Bali 5,6 Hektar, Gubernur Koster Letakkan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Rakyat di Karangasem

Dijelaskannya tudingan tidak netral, lalu membangun narasi kalau salah satu peserta debat dapat privilege (keistimewaan, red) sangat berbahaya karena bisa meracuni harmoni sosial di masyarakat yang sedang naik tensi politiknya.

“Memang menurut saya yang diungkapkan Roy Suryo sudah menjurus ke fitnah. Buat gaduh saja apalagi dengan label pakar telematika segala. Semua bisa menonton tampilan ketiganya sama kok perlengkapannya,” singgung GPS, mantan Ketua Komisi III DPR RI ini.

Berita Terkait:  Truk Semen Terguling di Tanjakan Goa Gong Jimbaran

GPS mengkhawatirkan akibat ulah model Roy Suryo ini bisa menjauhkan diskusi diskusi substansial demokrasi di masyarakat.

“Seharusnya rakyat usai debat bisa berdiskusi soal tawaran masing masing capres dan cawapres sehingga bisa menimbang, memilih dan memilah program yang paling ideal bagi rakyat. Tapi gara-gara ulah Roy Suryo sekelas mantan menteri ini malah menggeser isu itu menjadi perdebatan berbau fitnah yang tidak produktif,” sesal GPS yang juga mantan senator (anggota DPD RI) ini.

Berita Terkait:  Jaga Status WBD UNESCO, DPRD Bali Usulkan Moratorium Bangunan di Jatiluwih

Oleh karenanya, saran GPS lagi, sebaiknya Roy Suryo berhenti menebar narasi konspiratif yang bisa menjurus fitnah.

“Saya khawatir mantan kolega Saya ini nanti setelah sebelumnya jadi mantan menteri malah ke depan bergelar residivis jika tidak diingatkan. Cukup pengalaman masuk penjara kemarin dijadikan pelajaran. Lebih baik berstatus mantan menteri daripada jadi berstatus sebagai residivis urusan fitnah-fitnah itu,” tandasnya mengingatkan. (213)

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI